2 hari berturut – turut ini saya mengadiri sebuah acara yang sangat bertolak belakang satu dengan yang lainnya. Sabtu tgl 5 januari 2008 saya dibangunkan paksa oleh salah satu temen kost saya yang memberitakan ayah dari salah satu temen kost kami meninggal karena terjatuh dan pembuluh darahnya pecah. Kepergian ayah santi ini tanpa sakit terlebih dahulu yang berarti kematian beliau begitu mendadak (Turut Berduka Cita ya Santi..).
Segera kami bersiap melayat dan menghadiri prosesi pemakaman beliau, dan hanya berbekal petunjuk menuju kediaman santi, kami berlima mencoba mraba daerah pekayon yang sebelumnya belum pernah kami kunjungi. Sesampainya kami di gang yang menuju ke ruma santi, santi sudah mengahmbur ke pelukan kami dengan tangisan yang membuat ulu hati kami semua ngilu…kami hanya terdiam, masing-masing menahan untuk tidak ikut menitikkan airmata..tapi akhirnya pecah juga tangis diantara beberapa dari kami.
Banyak pelayat yang sudah datang di rumah santi, dari teman kerja, teman kuliah (santi kebetulan melanjutkan kuliahnya untuk meraih gelar sarjana akuntansi sambil bekerja), saudara, tetangga, dan kerabat sudah memenuhi tenda yang didirikan mungkin dari semalam. Aura yang kami dapati adalah aura sedih dan tangis, ditambah suasana hujan rintik dan dominasi baju yang berwarna hitam dari pelayat – pelayat yang datang, rasanya sangat tidak masuk akal jika disitu ada suara tawa.
Jenazah ayah santi sudah di mandikan, dan akan dikafani, ketika kemudian santi dan seluruh anggota keluarga inti (ibu santi, adik dan kakaknya) dipanggil kembai ke rumah untuk terakhir kalinya melihat wajah ayahnya sebelum dikafani. Kami ikut masuk ke dalam rumah untuk melihat muka beliau untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Muka beliau telah di beri taburan pewangi, seluruh tubuhnya sudah dibalut dengan kain kafan kecuali bagian muka. Di depan saya, santi berpelukan erat dengan ibunya ketika sama – sama memandangi muka orang tercinta yg juga kepala kelaurga mereka untuk yang terakhir kalinya. Seolah saling menguatkan mereka berpelukan sangat erat, sampai saya melihat kuku jari santi memucat. Kami semua terdiam, ikut larut dalam suasana haru tersebut, sekitar 10 menit kami terdiam dan sama2 memperhatikan sampai kemudian penguru jenazah bertanya “sudah cukup?”, dengan anggukan lemah santi dan ibunya mengiyakan, dan setelah muka jenazah ditutup ain kafan, ibu santi terkulai lemas, tidak sadarkan diri, mungkin beban ketabahan yangmencoba ia kuatkan dari semalam sampai di titik kulminasi pada saat dia sadar bahwa saat itulah saat terakhir dia melihat orang yg sangat dia cintai seumur hidupnya.
Sampai dengan 1 jam kemudian, prosesi pemakaman di TPU Pondok Kelapa masih berlangsung, ketika kami sampai di sana, liang lahat beserta tenda sudah terpasang. Dan enazah mulai diturunkan. Sani dan sang bunda kembali saling memeluk menguatkan ketika melihat jenazah diturunkan, dan sampai dengan mulai di urug dengan tanah, lapis demi lapis. Pada saat itulah, ketabahan yang santi sajikan ke kami dari kami datang pagi tadi luluh, dia merosot dari pelukan sang ibu, dan terkulai ditanah merah..santi pingsan…
Kami usung santi k salah satu mobil kerabatnya, dan akibatnya dia tidak bisa mengikuti prosesi doa di pemakaman tersebut, karena lemas..Tabah ya San…
Pulang dari melayat,sepanjang jalan, masih terbayang dengan jelas..ucap terima kasih yg lirih dari ibu santi ketika kami mengungkapkan duka cita yang dalam atas kepergian kepala keluarga mereka, badan ibu santi panas, demikian juga dengan badan santi saat kami pamitan dan memeluknya, kami ingin memberi sebuah kekuatan untuk santi dan keluarganya atas musibah besar yang mendadak tersebut, kami yakin mereka tidak siap dengan kondisi tersebut, tapi maut tidak pernah memilih waktu dan sasaran bukan?? Kami hanya berharap santi dan keluarganya diberi ketabahan dan arwah sang ayah dapat diterima disisiNya..
Dan kondisi sarat dengan duka itu berbalik 180 derajat diesokan harinya, saya menghadiri pernikahan rekan kerja saya sewaktu di astra. dengan sedikit tergesa-gesa, karena 2 sahabat laki-laki saya tidak menjemput saya di kost, tapi ketemu di UKI (pesta berlangsung di kediaman mbak lastri di daerah cibitung), andri membawa mobil dengan kecepatan diatas 100 km/jam menembus tol..karena memang undangan pernikahan dari pukul 12.00 sampai 16.00, dan mereka berdua baru berganti baju batik pada saat mobil sudah terparkir di halaman rumah mempelai, berganti baju di dalam mobil, merapikan rambut dengan air mineral gelasan yang beli di jalan (lupa bawa minyak rambut :( ) untunglah, setidaknya mereka sudah mandi dan pakai parfum hehehehehehe....
Sesampai kami di acara resepsi, semua aura menjadi sangat penuh dengan suka ria, semua tamu mengenakan baju terbaiknya. Dengan dandanan istimewa, bau parfum semerbak, hiasan dan rangkaian bunga yang sangat indah dan lampion cantik di tenda besar serta berlimpahnya makanan penggugah selera di meja2 hidangan (saya kelupaan makan es krim coklat..dan kayaknya baksonya dari jeroan deh…duuhh...) Para tamu yang datang, semuanya tersenyum, saling menyapa gembira, bersalaman dengan tatapan bahagia…apalagi ketika melihat kedua mempelai bersanding, rasanya mereka berhak mengklaim bahwa pada hari itu merekalah orang yang paling bahagia di muka bumi ini ;p, dengan balutan kebaya merah marun dan jilbab yang berhias wangi bunga melati, temen saya terlihat bagai bidadari, dan kalo bahasa salah satu temen laki-laki yang hadir pada saat itu, “dia terlihat lebih muda dari usianya ya?” hahahahahahaha….tapi dia bener kok…setidaknya rekan saya itu memang terlihat sangat cantik di balutan baju pengantinnya..Mbak Lastri, Happy Wedding, semoga diberi kebahagiaan pernikahan hingga di ujung usia nanti..amiinnnn
2 hari ini, saya melihat dua suasana yang saling bertolak belakang, suasana dengan larat belakang 2 emosi dasar manusia yang sangat drastic, sedih dan senang..dan terasa sangat kontras suasana di keduanya. Karena saya termasuk orang yg mudah terbawa suasana dan emosi, saya pun dengan sangat cepat terlarut dalam suasana tersebut, masing2, dengan tangisan dan tawa. Saya dan sahabat – sahabat saya datang memang hanya sebagai pelengkap suasana, dengan penyesuaian kami, kami hanya butuh 1 – 3 jam untuk ikut merasakan apa yang telah terjadi, bahagia..kami ikut merasa bahagia, dan saat duka, kami juga terlarut dalam tangis.. tapi tetap, yang akan menjalani kelanjutan dari kebahagiaan pada hari minggu kemarin adalah mbak lastri dan mas mirza atau kelangsungan hidup yang harus dilanjutkan tanpa kehadiran kepala rumah tangga lagi yang harus, mau tidak mau dijalanai oleh santi dan keluarganya..saya hanya satu komponen yang hanya bisa turut mendoakan..untuk yang terbaik, bagi mereka 2 orang sahabat. yang juga melengkapi kisah hidup saya, dan yang mengisi lembaran cerita di memori kehidupan saya.
January 09, 2008
Harapan terbesar di 2008
Saya punya sebuah komunitas baru…komunitas yang isinya tentu saja orang2 yang sama dengan saya. Komunitas – komunitas saya sebelumnya adalah komunitas tempat saya menimba ilmu, pengetahuan baru, dan segala hal yang berbau dengan dunia pergerakan, sosialis humanis dan semacamnya lah.atau kalau tidak komunitas yang berhubungan dengan organ structural dan profit..
Namun, komunitas saya yang baru ini berbeda dengan sebelumnya..tapi, disini saya tidak hanya belaja tenatang segala sesuatu yang belum pernah saya pelajari, tapi juga komunitas ini tempat saya merefleksikan tentang arti hidup saya selama ini..
Komunitas ini tidak dikoordinir oleh orang – orang tertentu..karena kami adalah komunitas orang sakit yang sedang berobat di suatu tempat pengobatan alternative…
Saya banyak mengenal orang baru di komunitas ini, tanpa pernah tahu seuk beluk hidup dan kehidupan satu sama lain, kami saling menyapa, saling menanyakan penyakit satu dengan lainnya, dari sekedar berbasa basi, sampai akhirnya kami mulai saling cerita perjuangan kami menghadapi vonis dokter atas penyakit kami, satu dengan yang lainnya.
Mau tidak mau saya mulai membuka mata hati saya yang selama ini banyak tertutup oleh makian ke diri sendiri dan keluhan2 setiap saat penyakit ini menyerang. Saya terlalu banyak mengeluh, terlalu banyak menangis, terlalu banyak berpikir pesimis..kalau bahasa abang, terlalu banyak memikirkan segala sesuatunya dari sisi yang terburuk, tidak pernah mau berpikir dan menyadari ada sisi baik dibalik semuanya..atau menghargai sisi lain yang telah terjadi dengan seimbang..hehehe..bener juga…
Mungkin dari sosok mbak lia dari sukabumi, mbak nisa dari Surabaya, ibu Juariyah dari lampung, adik Farel dari bandung, atau ratusan ibu, bapak, dan adik serta rekan dari seluruh pelosok jawa dan Indonesia. Dan kami semua sakit, berbagai macam penyakit dari stadium satu sampai dengan paling parah tergabung dalam komunitas tersebut.
Seperti mbak lia, seorang karyawan pabrik tekstil di sukabumi, terpaksa harus berhenti bekerja karena terkena penyakit miom, setiap 2 bulan sekali, mbak lia terpaksa harus di transfuse darah karena setiap haid selalu terkena pendarahan besar, akibatnya badannya kurus dan pucat, apalagi untuk bekerja 8 jam sehari, untuk sekedar naik mobl dengan goncanganpun, mbak lia mengaduh kesakitan, dari sukabumi subuh hari dan baru sampai ke Jakarta jam 10 pagi. Dengan harapan besar akan sembuh disini, karena sudah pasrah dengan sakitnya, namun masih dengan ketakutan akan kemungkinan terbebani dengan biaya yang cukup besar. Dari sekian jam berbagi cerita dengan mbak lia, saya ikut bersyukur dia sudah mempunyai seorang suami yang terlihat saying sama dia. Dengan memberikan tepukan ringan dan lembut di punggung tangannya sambil tersenyum menenangkan setiap mbak lia berkata tentang kekhawatirannya akan biaya perawatan..Syukurlah Tuhan, Kau beri mbak lia seoang suami yang sangat peduli akan keadaannya, terima kasih…
Atau cerita mbak nisa dari Surabaya, kebetulan dia kena kista sama seperti saya juga, hanya diameternya lebih besar dari saya 11,7 cm dan tidak berani di operasi seperti saya, bukan karena ketidakmampuan biaya, tapi karena bosnya tidak pernah mengijinkan dia tidak bekerja untuk waktu yang lama, apalagi harus 2 minggu tidak bekerja untuk operasi dan recovery, tidak masuk 1 hari saja telp terus menerus berdering…sehingga dia lbh memilih pengobatan alternative yang mungkin bisa lebih cepat, dari Surabaya, mbak nisa ini menggunakan kereta malam bersama dengan ibunya, sampai pagi hari langsung ke duren sawit dan pulang kembali ke Surabaya malam harinya jam 8 karena tidak ada saudara tempat menginap dan ketika saya tawarkan untuk beristirahat sebentar di kos saya mereka menolak, dengan alas an harus kejar jadwal kereta karena tiket sudah dipesan, bisa dibayangkan betapa lelahnya dia, padahal penyakit kami tidak diperbolehkan terlalu lelah. Syukurlah, pengobatan yang dbutuhkan hanya 2 kali terapi dan mereka tidak harus membelanjakan banyak biaya untuk bolak – balik Surabaya–Jakarta, syukurlah…
Dan cerita lain yang sempet saya dengarkan adalah cerita ibu Juariyah dari Lampung, sebenarnya saya tidak mendengarnya langsung dari beliau karena ibu juariyah sudah sangat lunglai meskipun hanya untuk sekedar bercerita, dia hanya terbaring lemah dengan tatapan mata yang kosong, tapi saya dapat cerita beliau dari adik kandungnya, ibu Ruayah, yang tinggal di Cibitung. Ibu Juariyah menderita komplikasi diabetes dan kanker rahim, pas saya Tanya stadium berapa,adiknya menjawab ndak tau mbak, wong setelah periksa ke dokter sudah harus dioperasi, hanya kakak saya ndak berani… , dengan logat jawanya yang kentel, ibu ruayah ini bercerita ke saya (ternyata mereka adalah keluarga transmigran dari solo)..Operasi yang seharusnya sudah dilakukan sejak 2 tahun yang lalu ini, tidak kunjung dilaksanakan karena banyak hal, alasan pertama dan paling tama adalah komplikasi diabetesnya yang tidak memungkinkan ibu juariyah dioperasi, jadi harus diturunkan dulu gula darahnya sebelum operasi, dan alasan kedua tentu saja biaya..jadilah selain terapi ke dokter untuk diabetesnya, ibu jua ini melakukan terapi alternative untuk kanker rahimnya. Pas saya Tanya sebabnya, adiknya menjawab, karena (yg di crosschekkan dengan keterangan dokter adalaha ibu jua ini menikah di usia 13 tahun!!), dan sering di kuret akibat dulu sering keguguran..jadinya mungkin rahimnya gak bersih. Dan akibatnya karena komplikasi ini, si ibu jua makanannya harus diatur sedemikian rupa, tidak boleh makan nasi mbak, hanya makan kentang dan obat… tiap jeda 2 jam dia minum obat yang berbeda, 2 jam pertama dari alternative buat kanker rahimnya, trus makan kentang lagi 2 gigitan, selisih 2 jam berikutnya obat diabetes dari dokternya…Ya Allah..gimana rasanya??? Dan adiknya kembali menuturkan, kami sudah berobat kemana2 mbak, ke banyak ustadz, ada yang minta smp 6 juta, padahal cuman dikasih minyak saja, mana bukanya jam 11 malam, jadi harus naik ojeg soalnya kan angkot udah pd gak ada mbak, sekali ngojeg 1 motor bayarnya 40 ribu, kalo 2 motor 80 ribu, itu sekali PP aja mbak, belum seminggu harus berapa kali…dan kayaknya kakak saya ini tambah berat penyakitnya karena ninggalin anak bungsunya dilampung yang usianya masih 9 tahun….dia udah punya 4 cucu loh mbak….(4 cucu dan anak terakhir 9 tahun….pasti lelah sekali…perempuan yang hebat!!)..Syukurlah, dia ada adik di Jakarta, Setidaknya dia bisa rutin berobat tanpa harus berpikir bagaimana akomodasinya untuk menginap dllnya..
Adalagi adik Farel yang usianya masih 7 tahun, dengan kelainan bocor pada katup di Jantungnya..pada saat diterapi dia hanya menangis sesegukan sambil memeluk erat ibunya, sangkin sakitnya mungkin, dia merintih bolak – balik bilang …”ibu, farel mau pulang …”, trenyuh sekali saya melihatnya..anak seusia dia yang seharusnya masih lincah bermain kemana – mana sudah mempunyai kelainan dari lahir, akibatnya badannya kurus dan layu, tidak ceria seagaimana layaknya anak seusia dia Pada saat saya tanyakan ke ibunya, karena adik farel ini terlihat sangat pendiam dan terlihat sangat tdk ekspresif, ibunya bilang..”dia emang jarang nangis mbak, kalau jantungnya lagi sakit, dia hanya merintih dan minta dipeluk..jarang banget nangis…” Subhanallah..tegar sekali..anak sekecil itu, serapuh itu…Hebat!!!!
Dan dari mereka semua, saya kembali ke diri saya….saya malu….saya sangat malu…apa yang saya derita belumlah sebanding dengan mereka, apa yang saya alami, belumlah ke dahsyat mereka..saya belumlah apa – apa dibanding perjuangan mereka untuk tetap bertahan hidup..tapi saya sudah limbung, saya sudah terlalu banyak memaki, mengutuk dan menyalahkan apa yang menimpa saya sehingga saya sudah sedemikian cepat mengubur impian – impian saya sendiri…saya sudah menjadi sosok yang putus asa, yang kalah…SAYA MALU…
Di sekeliling saya, pada saat saya berada di komunitas itu adalah cerita – cerita cobaan dan derita manusia yang sesungguhnya..yang sangat bisa terlihat dengan mata telanjang..orang – orang yg tidak berdaya, yang jalan dengan tertatih dan muka pucat..yg mengerang kesakitan, yang hanya bisa berucap istighfar ribuan kali ketika mereka tidak berdaya melawan kesakitan pada tubuhnya….tapi..dari komunitas tersebut saya menemukan arti pentingnya sebuah perjuangan dan harapan untuk terus bertahan hidup, sekecil apapun, harus tetap dipupuk dan diperjuangkan….meskipun itu sangat tidak mudah..
Saya belajar banyak dari komunitas ini, saya belajar sangat banyak dari saudara – saudara saya disini, belajar tentang indahnya berbagi, meskipun hanya cerita yang kami bagi..indahnya saling membeikan motivasi dan semangat untuk terus berjuang..jika apa – apa yang dulu saya pelajari hanyalah sebatas motivasi untuk membuat semua kehidpan menjadi lebih baik, di komunitas ini saya yang baru ini, membuat hidup menjadi lebih baik adalah langkah selanjutnya setelah kami berjuang menyelamatkan nyawa kami, berjuang untuk terus bisa bernafas dan hidup…meski semuanya juga akan kembali ke Yang Berkuasa…tapi Tuhan…Saya berjanji…Tahun ini saya akan banyak menata diri saya lagi, saya akan menjadi orang yang seperti dulu, tidak hanya bisa memberikan energi positif untuk diri saya sendiri, tapi juga untuk orang – orang terdekat saya, seperti dulu…saya akan berubah..Saya berjanji Tuhan, saya akan menjadi seseorang yang tidak banyak mengeluh di tahun ini…Saya berjanji akan menerima segala sesuatunya dengan lapang dada, dengan tersenyum ceria, tanpa ada airmata lagi..dan kalaupun harus ada airmata yang terjatuh, biarlah itu saya tumpahkan di hadapanMu Tuhan, tidak di Hadapan Siapapun.. dan saya akan kembali merangkai impian – impian saya yang sempat saya kubur dalam – dalam…. Saya berjanji…
Special Thanks to: Mbak Lia, Mbak Nisa, Ibu Juariyah, adek farel dan Mamanya..Mudah2an kita tetep bersaudara ya..dan sama – sama sembuh dari sakit kita selama ini..Amiiiiiinnnnnnn
Namun, komunitas saya yang baru ini berbeda dengan sebelumnya..tapi, disini saya tidak hanya belaja tenatang segala sesuatu yang belum pernah saya pelajari, tapi juga komunitas ini tempat saya merefleksikan tentang arti hidup saya selama ini..
Komunitas ini tidak dikoordinir oleh orang – orang tertentu..karena kami adalah komunitas orang sakit yang sedang berobat di suatu tempat pengobatan alternative…
Saya banyak mengenal orang baru di komunitas ini, tanpa pernah tahu seuk beluk hidup dan kehidupan satu sama lain, kami saling menyapa, saling menanyakan penyakit satu dengan lainnya, dari sekedar berbasa basi, sampai akhirnya kami mulai saling cerita perjuangan kami menghadapi vonis dokter atas penyakit kami, satu dengan yang lainnya.
Mau tidak mau saya mulai membuka mata hati saya yang selama ini banyak tertutup oleh makian ke diri sendiri dan keluhan2 setiap saat penyakit ini menyerang. Saya terlalu banyak mengeluh, terlalu banyak menangis, terlalu banyak berpikir pesimis..kalau bahasa abang, terlalu banyak memikirkan segala sesuatunya dari sisi yang terburuk, tidak pernah mau berpikir dan menyadari ada sisi baik dibalik semuanya..atau menghargai sisi lain yang telah terjadi dengan seimbang..hehehe..bener juga…
Mungkin dari sosok mbak lia dari sukabumi, mbak nisa dari Surabaya, ibu Juariyah dari lampung, adik Farel dari bandung, atau ratusan ibu, bapak, dan adik serta rekan dari seluruh pelosok jawa dan Indonesia. Dan kami semua sakit, berbagai macam penyakit dari stadium satu sampai dengan paling parah tergabung dalam komunitas tersebut.
Seperti mbak lia, seorang karyawan pabrik tekstil di sukabumi, terpaksa harus berhenti bekerja karena terkena penyakit miom, setiap 2 bulan sekali, mbak lia terpaksa harus di transfuse darah karena setiap haid selalu terkena pendarahan besar, akibatnya badannya kurus dan pucat, apalagi untuk bekerja 8 jam sehari, untuk sekedar naik mobl dengan goncanganpun, mbak lia mengaduh kesakitan, dari sukabumi subuh hari dan baru sampai ke Jakarta jam 10 pagi. Dengan harapan besar akan sembuh disini, karena sudah pasrah dengan sakitnya, namun masih dengan ketakutan akan kemungkinan terbebani dengan biaya yang cukup besar. Dari sekian jam berbagi cerita dengan mbak lia, saya ikut bersyukur dia sudah mempunyai seorang suami yang terlihat saying sama dia. Dengan memberikan tepukan ringan dan lembut di punggung tangannya sambil tersenyum menenangkan setiap mbak lia berkata tentang kekhawatirannya akan biaya perawatan..Syukurlah Tuhan, Kau beri mbak lia seoang suami yang sangat peduli akan keadaannya, terima kasih…
Atau cerita mbak nisa dari Surabaya, kebetulan dia kena kista sama seperti saya juga, hanya diameternya lebih besar dari saya 11,7 cm dan tidak berani di operasi seperti saya, bukan karena ketidakmampuan biaya, tapi karena bosnya tidak pernah mengijinkan dia tidak bekerja untuk waktu yang lama, apalagi harus 2 minggu tidak bekerja untuk operasi dan recovery, tidak masuk 1 hari saja telp terus menerus berdering…sehingga dia lbh memilih pengobatan alternative yang mungkin bisa lebih cepat, dari Surabaya, mbak nisa ini menggunakan kereta malam bersama dengan ibunya, sampai pagi hari langsung ke duren sawit dan pulang kembali ke Surabaya malam harinya jam 8 karena tidak ada saudara tempat menginap dan ketika saya tawarkan untuk beristirahat sebentar di kos saya mereka menolak, dengan alas an harus kejar jadwal kereta karena tiket sudah dipesan, bisa dibayangkan betapa lelahnya dia, padahal penyakit kami tidak diperbolehkan terlalu lelah. Syukurlah, pengobatan yang dbutuhkan hanya 2 kali terapi dan mereka tidak harus membelanjakan banyak biaya untuk bolak – balik Surabaya–Jakarta, syukurlah…
Dan cerita lain yang sempet saya dengarkan adalah cerita ibu Juariyah dari Lampung, sebenarnya saya tidak mendengarnya langsung dari beliau karena ibu juariyah sudah sangat lunglai meskipun hanya untuk sekedar bercerita, dia hanya terbaring lemah dengan tatapan mata yang kosong, tapi saya dapat cerita beliau dari adik kandungnya, ibu Ruayah, yang tinggal di Cibitung. Ibu Juariyah menderita komplikasi diabetes dan kanker rahim, pas saya Tanya stadium berapa,adiknya menjawab ndak tau mbak, wong setelah periksa ke dokter sudah harus dioperasi, hanya kakak saya ndak berani… , dengan logat jawanya yang kentel, ibu ruayah ini bercerita ke saya (ternyata mereka adalah keluarga transmigran dari solo)..Operasi yang seharusnya sudah dilakukan sejak 2 tahun yang lalu ini, tidak kunjung dilaksanakan karena banyak hal, alasan pertama dan paling tama adalah komplikasi diabetesnya yang tidak memungkinkan ibu juariyah dioperasi, jadi harus diturunkan dulu gula darahnya sebelum operasi, dan alasan kedua tentu saja biaya..jadilah selain terapi ke dokter untuk diabetesnya, ibu jua ini melakukan terapi alternative untuk kanker rahimnya. Pas saya Tanya sebabnya, adiknya menjawab, karena (yg di crosschekkan dengan keterangan dokter adalaha ibu jua ini menikah di usia 13 tahun!!), dan sering di kuret akibat dulu sering keguguran..jadinya mungkin rahimnya gak bersih. Dan akibatnya karena komplikasi ini, si ibu jua makanannya harus diatur sedemikian rupa, tidak boleh makan nasi mbak, hanya makan kentang dan obat… tiap jeda 2 jam dia minum obat yang berbeda, 2 jam pertama dari alternative buat kanker rahimnya, trus makan kentang lagi 2 gigitan, selisih 2 jam berikutnya obat diabetes dari dokternya…Ya Allah..gimana rasanya??? Dan adiknya kembali menuturkan, kami sudah berobat kemana2 mbak, ke banyak ustadz, ada yang minta smp 6 juta, padahal cuman dikasih minyak saja, mana bukanya jam 11 malam, jadi harus naik ojeg soalnya kan angkot udah pd gak ada mbak, sekali ngojeg 1 motor bayarnya 40 ribu, kalo 2 motor 80 ribu, itu sekali PP aja mbak, belum seminggu harus berapa kali…dan kayaknya kakak saya ini tambah berat penyakitnya karena ninggalin anak bungsunya dilampung yang usianya masih 9 tahun….dia udah punya 4 cucu loh mbak….(4 cucu dan anak terakhir 9 tahun….pasti lelah sekali…perempuan yang hebat!!)..Syukurlah, dia ada adik di Jakarta, Setidaknya dia bisa rutin berobat tanpa harus berpikir bagaimana akomodasinya untuk menginap dllnya..
Adalagi adik Farel yang usianya masih 7 tahun, dengan kelainan bocor pada katup di Jantungnya..pada saat diterapi dia hanya menangis sesegukan sambil memeluk erat ibunya, sangkin sakitnya mungkin, dia merintih bolak – balik bilang …”ibu, farel mau pulang …”, trenyuh sekali saya melihatnya..anak seusia dia yang seharusnya masih lincah bermain kemana – mana sudah mempunyai kelainan dari lahir, akibatnya badannya kurus dan layu, tidak ceria seagaimana layaknya anak seusia dia Pada saat saya tanyakan ke ibunya, karena adik farel ini terlihat sangat pendiam dan terlihat sangat tdk ekspresif, ibunya bilang..”dia emang jarang nangis mbak, kalau jantungnya lagi sakit, dia hanya merintih dan minta dipeluk..jarang banget nangis…” Subhanallah..tegar sekali..anak sekecil itu, serapuh itu…Hebat!!!!
Dan dari mereka semua, saya kembali ke diri saya….saya malu….saya sangat malu…apa yang saya derita belumlah sebanding dengan mereka, apa yang saya alami, belumlah ke dahsyat mereka..saya belumlah apa – apa dibanding perjuangan mereka untuk tetap bertahan hidup..tapi saya sudah limbung, saya sudah terlalu banyak memaki, mengutuk dan menyalahkan apa yang menimpa saya sehingga saya sudah sedemikian cepat mengubur impian – impian saya sendiri…saya sudah menjadi sosok yang putus asa, yang kalah…SAYA MALU…
Di sekeliling saya, pada saat saya berada di komunitas itu adalah cerita – cerita cobaan dan derita manusia yang sesungguhnya..yang sangat bisa terlihat dengan mata telanjang..orang – orang yg tidak berdaya, yang jalan dengan tertatih dan muka pucat..yg mengerang kesakitan, yang hanya bisa berucap istighfar ribuan kali ketika mereka tidak berdaya melawan kesakitan pada tubuhnya….tapi..dari komunitas tersebut saya menemukan arti pentingnya sebuah perjuangan dan harapan untuk terus bertahan hidup, sekecil apapun, harus tetap dipupuk dan diperjuangkan….meskipun itu sangat tidak mudah..
Saya belajar banyak dari komunitas ini, saya belajar sangat banyak dari saudara – saudara saya disini, belajar tentang indahnya berbagi, meskipun hanya cerita yang kami bagi..indahnya saling membeikan motivasi dan semangat untuk terus berjuang..jika apa – apa yang dulu saya pelajari hanyalah sebatas motivasi untuk membuat semua kehidpan menjadi lebih baik, di komunitas ini saya yang baru ini, membuat hidup menjadi lebih baik adalah langkah selanjutnya setelah kami berjuang menyelamatkan nyawa kami, berjuang untuk terus bisa bernafas dan hidup…meski semuanya juga akan kembali ke Yang Berkuasa…tapi Tuhan…Saya berjanji…Tahun ini saya akan banyak menata diri saya lagi, saya akan menjadi orang yang seperti dulu, tidak hanya bisa memberikan energi positif untuk diri saya sendiri, tapi juga untuk orang – orang terdekat saya, seperti dulu…saya akan berubah..Saya berjanji Tuhan, saya akan menjadi seseorang yang tidak banyak mengeluh di tahun ini…Saya berjanji akan menerima segala sesuatunya dengan lapang dada, dengan tersenyum ceria, tanpa ada airmata lagi..dan kalaupun harus ada airmata yang terjatuh, biarlah itu saya tumpahkan di hadapanMu Tuhan, tidak di Hadapan Siapapun.. dan saya akan kembali merangkai impian – impian saya yang sempat saya kubur dalam – dalam…. Saya berjanji…
Special Thanks to: Mbak Lia, Mbak Nisa, Ibu Juariyah, adek farel dan Mamanya..Mudah2an kita tetep bersaudara ya..dan sama – sama sembuh dari sakit kita selama ini..Amiiiiiinnnnnnn
End Year Reflection
31 Desember 2007, pukul 15:00 WIB dalam perjalanan pulang dari mengambil obat..sepanjang perjalanan Durensawit –Rawamangun, diangkot 27, saya terinspirasi untuk membuat tulisan ini..mungkin bias dianggap sebagai refleksi akhir tahun dari hidup saya selama 1 tahun ini..tahun 2007, mencatat banyak hal dalam hidup saya..
January 2007
Tahun baru saya rayakan bersama dengan temen kost saya dan sahabat saya di ITS dulu, kami berapi – api untuk pergi ke Monas, itung – itung merayakan awal tahun bersama dengan rakyat garis bawah Jakarta laah..dan ternyata berbagi kebahagiaan dengan mereka sungguh sangat melegakan..duduk di rumput monas, makan gorengan dan kembang gula favorit saya..sempet kehujanan…naik pager monas…rasanya sungguh sangat tahun baru dan sangat ‘muda’ hehehehe…
Di awal bulan ini, saya masih di Indokarlo, satu dari sekian member astra otoparts, dan waktu itu masih raker kalo gak salah dan akhir bulan saya ada bussinness trips ke Malaysia (KL, Sungai Siput, Penang), via Singapore dan berlanjut ke Philiphine sampai dengan early February saya tidak di Indonesia (dan hanya sempat mengikuti berita kebanjiran di Jakarta via CNN..sedih banget )….
February 2007
Awal bulan ini saya masih berada di KL, sampai saat merayakan Ulang tahun ke 25 tahun, saya merayakannya di Concorde Syah Alam dengan surprised party dari beberapa big bos disana…thanks Mr. Said dkk.. dan Ucapan Selamat Ultah special di detik pertama ultah saya dan satu2nya dari Indonesia.. (thanks abang…L.U..), kami move dari Concorde KL karena Big Bos saya mau seharian ber Golf Ria diSyah Alam Fyiuhh!!!!..sementara saya diperbolehkan keliling sendirian..hehehehe…dan sampai dengan kurang lebih tgl 5 saya di Philipine, ditempat inilah, karena 2 hari tidak makan nasi..saya sempat merasa ada yang tidak beres dengan sisitem tubuh saya..rasa nyeri di bagian rahim saya sangat kentara, namun, saya coba mengelabui diri…mungkin memang hanya lapar….
Tapi, ternyata, kecugiraan yang sempat saya tutup-tutupi itu benaran ada, sekembalinya saya di Jakarta, saya pendarahan hebat dan harus dirawat di rumah sakit sampai dengan keputusan dokter akan kista saya harus di operasi..pasrah menunggu sampai dengan saya dioperasi, saya sempatkan izin ke atasan saya untuk beristirahat sampai dengan membaik..dengan sedikit keberatan, beliau akhirnya mengizinkan..Masa recovery saya hanya 1 minggu setelah operasi dan tentu saja dengan dampingan dari ibunda tercinta yang rela berbagi tempat tidur sempit dengan saya selama di Jakarta ;p , saya kembali dituntut untuk bekerja .masih dengan langkah yang tertatih saya berangkat mencari sesuap nasi dan segengam beras lagi..hehe
Maret, April, 2007
Bulan ini kalo gak salah saya disibukkan dengan audit dari customer saya dari Australia…kalo bicara audit, saya males menulis dan saya yakin sekali pasti juga sangat tidak menarik untuk dibaca. jadi saya skip aja yaaa…
Mei 2007
Di bulan ini, ada satu tanggal bersejarah buat saya (yg saya jadikan password HP saya sampai dengan saat ini, 27 Mei 2007..(saya yakin mungkin dimuka bumi ini hanya 2 orang yang tahu tentang makna tanggal ini hehehehe), yang pasti di tanggal ini, saya berhasil menginjakkan kaki saya untuk pertama kalinya ke Sumatra, dikampung halaman orang yang saya cintai dengan segenap hati saya…impian saya yang terpendam lama ini akhirnya dipenuhi lewat tangan orang yg saya sayangi….makasih abang..)
Juni, Juli 2007
2 Bulan ini, saya berjuang mewujudkan mimpi saya dengan membuat sebuah system di pabrik besi tempat saya bekerja. Dari buat struktur organisasi baru, management policy, tatib bekerja, SOP system sampai mesin, sampai perancangan seragam, logo, tanda karyawan, sampai dengan rumus pembuatan harga dan penawarannya…kasarnya, saya yang menguasai pabrik tersebut…dan saya sangat nyaman dengan posisi tersebut, sampai dengan ada sebuah tawaran bekerja di organisasi international yang selama ini saya impikan mengabdi di dalamnya UNICEF.
Agustus 2007
Bekerja di International Organization, membuka kembali wawasan dan soft skill saya tentang humanisme yang cukup lama terkubur oleh kesibukan dunia kapitalisme tempat dimana saya bekerja selama ini, otak yang selama ini terpenuhi dengan hitungan sekian persen profit yang harus saya buat untuk bonus akhir tahun yang pasti menggiurkan jumlahnya menjadi fresh kembali dengan hitungan berapa banyak yang harus saya peroleh untuk membantu anak – anak Indonesia (meski semua juga tidak lepas dari target), setidaknya ketika saya bekerja, fokus utama saya lebih kepada bagaimana anak-anak Indonesia menaruh harapan besar ke saya (cieee)….intinya saya belajar banyak dari UNICEF, tentang pola kerjanya, tentang culturenya (terutama hobby semua orang untuk selalu merayakan segala sesuatu dengan party dan party..yang tentunya makan dan makan…;p )…
September, Oktober, Nopember 2007
Di bulan ini saya berkecimbung dengan kesibukan di UNICEF, kesibukan mengumpulkan alumni kantin ITS untuk halal bi halal dan reuni di Jakartasini.. pun kesibukan mencari obat permanent untuk penyakit saya..plus restu orang tua mungkin ya..hehehhe…yang pertama bisa lah teratasi, sedang selanjutnya kayaknya kok susah banget ya…
Desember 2007
Di Bulan ini, saya banyak menemukan hal baru, diantaranya proses saya mulai mengubur semua impian saya, pelan – pelan saya timbulkan kembali, karena saya sedang mencoba pengobatan alternative..sebenarnya, hanya diakhir bulan saya mulai optimis menatap impian dan obsesi saya ke depan, dan saya benar2 ingin menjadi orang yang banyak bersyukur dengan apa yang tertimpa ke saya, apa yang teranugrah ke saya..mudah2an awal tahun 2008, saya bisa berubah menjadi ‘baru’ ala saya sendiri, dan tidak pernah menyesali kesalahan langkah yang pernah saya tempuh untuk masa depan yang sempat pernah akan saya gadaikan ini seperti kata satu dari sekian saudara saya tercinta Bom-bom…mudah2an semuanya berakhir dengan indah….Doakan saya kawan!!!!!
January 2007
Tahun baru saya rayakan bersama dengan temen kost saya dan sahabat saya di ITS dulu, kami berapi – api untuk pergi ke Monas, itung – itung merayakan awal tahun bersama dengan rakyat garis bawah Jakarta laah..dan ternyata berbagi kebahagiaan dengan mereka sungguh sangat melegakan..duduk di rumput monas, makan gorengan dan kembang gula favorit saya..sempet kehujanan…naik pager monas…rasanya sungguh sangat tahun baru dan sangat ‘muda’ hehehehe…
Di awal bulan ini, saya masih di Indokarlo, satu dari sekian member astra otoparts, dan waktu itu masih raker kalo gak salah dan akhir bulan saya ada bussinness trips ke Malaysia (KL, Sungai Siput, Penang), via Singapore dan berlanjut ke Philiphine sampai dengan early February saya tidak di Indonesia (dan hanya sempat mengikuti berita kebanjiran di Jakarta via CNN..sedih banget )….
February 2007
Awal bulan ini saya masih berada di KL, sampai saat merayakan Ulang tahun ke 25 tahun, saya merayakannya di Concorde Syah Alam dengan surprised party dari beberapa big bos disana…thanks Mr. Said dkk.. dan Ucapan Selamat Ultah special di detik pertama ultah saya dan satu2nya dari Indonesia.. (thanks abang…L.U..), kami move dari Concorde KL karena Big Bos saya mau seharian ber Golf Ria diSyah Alam Fyiuhh!!!!..sementara saya diperbolehkan keliling sendirian..hehehehe…dan sampai dengan kurang lebih tgl 5 saya di Philipine, ditempat inilah, karena 2 hari tidak makan nasi..saya sempat merasa ada yang tidak beres dengan sisitem tubuh saya..rasa nyeri di bagian rahim saya sangat kentara, namun, saya coba mengelabui diri…mungkin memang hanya lapar….
Tapi, ternyata, kecugiraan yang sempat saya tutup-tutupi itu benaran ada, sekembalinya saya di Jakarta, saya pendarahan hebat dan harus dirawat di rumah sakit sampai dengan keputusan dokter akan kista saya harus di operasi..pasrah menunggu sampai dengan saya dioperasi, saya sempatkan izin ke atasan saya untuk beristirahat sampai dengan membaik..dengan sedikit keberatan, beliau akhirnya mengizinkan..Masa recovery saya hanya 1 minggu setelah operasi dan tentu saja dengan dampingan dari ibunda tercinta yang rela berbagi tempat tidur sempit dengan saya selama di Jakarta ;p , saya kembali dituntut untuk bekerja .masih dengan langkah yang tertatih saya berangkat mencari sesuap nasi dan segengam beras lagi..hehe
Maret, April, 2007
Bulan ini kalo gak salah saya disibukkan dengan audit dari customer saya dari Australia…kalo bicara audit, saya males menulis dan saya yakin sekali pasti juga sangat tidak menarik untuk dibaca. jadi saya skip aja yaaa…
Mei 2007
Di bulan ini, ada satu tanggal bersejarah buat saya (yg saya jadikan password HP saya sampai dengan saat ini, 27 Mei 2007..(saya yakin mungkin dimuka bumi ini hanya 2 orang yang tahu tentang makna tanggal ini hehehehe), yang pasti di tanggal ini, saya berhasil menginjakkan kaki saya untuk pertama kalinya ke Sumatra, dikampung halaman orang yang saya cintai dengan segenap hati saya…impian saya yang terpendam lama ini akhirnya dipenuhi lewat tangan orang yg saya sayangi….makasih abang..)
Juni, Juli 2007
2 Bulan ini, saya berjuang mewujudkan mimpi saya dengan membuat sebuah system di pabrik besi tempat saya bekerja. Dari buat struktur organisasi baru, management policy, tatib bekerja, SOP system sampai mesin, sampai perancangan seragam, logo, tanda karyawan, sampai dengan rumus pembuatan harga dan penawarannya…kasarnya, saya yang menguasai pabrik tersebut…dan saya sangat nyaman dengan posisi tersebut, sampai dengan ada sebuah tawaran bekerja di organisasi international yang selama ini saya impikan mengabdi di dalamnya UNICEF.
Agustus 2007
Bekerja di International Organization, membuka kembali wawasan dan soft skill saya tentang humanisme yang cukup lama terkubur oleh kesibukan dunia kapitalisme tempat dimana saya bekerja selama ini, otak yang selama ini terpenuhi dengan hitungan sekian persen profit yang harus saya buat untuk bonus akhir tahun yang pasti menggiurkan jumlahnya menjadi fresh kembali dengan hitungan berapa banyak yang harus saya peroleh untuk membantu anak – anak Indonesia (meski semua juga tidak lepas dari target), setidaknya ketika saya bekerja, fokus utama saya lebih kepada bagaimana anak-anak Indonesia menaruh harapan besar ke saya (cieee)….intinya saya belajar banyak dari UNICEF, tentang pola kerjanya, tentang culturenya (terutama hobby semua orang untuk selalu merayakan segala sesuatu dengan party dan party..yang tentunya makan dan makan…;p )…
September, Oktober, Nopember 2007
Di bulan ini saya berkecimbung dengan kesibukan di UNICEF, kesibukan mengumpulkan alumni kantin ITS untuk halal bi halal dan reuni di Jakartasini.. pun kesibukan mencari obat permanent untuk penyakit saya..plus restu orang tua mungkin ya..hehehhe…yang pertama bisa lah teratasi, sedang selanjutnya kayaknya kok susah banget ya…
Desember 2007
Di Bulan ini, saya banyak menemukan hal baru, diantaranya proses saya mulai mengubur semua impian saya, pelan – pelan saya timbulkan kembali, karena saya sedang mencoba pengobatan alternative..sebenarnya, hanya diakhir bulan saya mulai optimis menatap impian dan obsesi saya ke depan, dan saya benar2 ingin menjadi orang yang banyak bersyukur dengan apa yang tertimpa ke saya, apa yang teranugrah ke saya..mudah2an awal tahun 2008, saya bisa berubah menjadi ‘baru’ ala saya sendiri, dan tidak pernah menyesali kesalahan langkah yang pernah saya tempuh untuk masa depan yang sempat pernah akan saya gadaikan ini seperti kata satu dari sekian saudara saya tercinta Bom-bom…mudah2an semuanya berakhir dengan indah….Doakan saya kawan!!!!!
Kebodohan Saya
Pagi ini, saya membuat sebuah kebodohan baru lagi…dengan alasan mau test pisau cukur alis masih tajam atau sudah tumpul, saya goreskan dengan keras..bukan ke kertas atau ke kain atau hal lainnya..tapi saya goreskan ke kulit paha saya…jadilah darah mengucur deras dan membuat koleksi luka di tubuh saya bertambah satu, yang terbaru ini dengan diameter 2 cm…bodoh ya….;p
Sambil meringis kesakitan, saya mecoba feedback ke beberapa kebodohan – kebodohan yang pernah saya lakukan, dan semuanya berawal dari rasa ingin tahu yang berlebih, dan keinginan kuat untuk mencobanya…
Dulu….pada saat saya masih kulaih semester 5, saya ingin sekali tahu ttg kinerja mesin ATM, ada warning di mesin ATM kampus pada saat itu, jika uang tidak diambil selama (kalau tidak salah 20 detik), maka ATM akan menelan kembali uang yg telah dikeluarkannya. Saya penasaran sekali akan apa yg terjadi ketika uang yang akan saya ambil itu tertelan lagi..dan tanpa berhitung, saya proses pengeluaran uang di ATM tersebut..dan lagi – lagi tanpa berhitung lebih jauh…saya keluarkan semua sisa transferan orang tua untuk bayar SPP..dengan senyum2 simpul, saya cuekin uang yang sdh terdebet itu sampai dengan mesin menelan kembali…komentar saya setelah mesin menelan kembali uang tersebut…oalah..cuman gitu…, saya pencet kembali jenis transaksi untuk mengeluarkan sejumlah uang yang tertelan tadi…whaaaatttttt…kok saldo tidak mencukupi, cek saldo..cek saldo..whaaaaattttttt kok tinggal 50 rb..kemana uang saya…??????
Dengan wajah pucat dan badan yang lemes, saya keluar dari mesin ATM yang udah lebih dari 15 menit saya tungguin, tanpa hasil…gimana gak lemes..2 hari lagi batas akhir pembayaran SPP…uang dari manaaaaaaa?????, mulailah saya curhat dengan seadnya cerita tanpa ditambahi atau dikurangi ke temen2 sekaligus juru selamat saya jika saya sedang kelaparan di kampus dulu..mereka enteng aja bilang…goblok bgt sih kamu, kalo mau nyoba, kenapa gak 20rb aja..kenapa harus semua uang tabungan kamu…..jadilah..kami semua repot untuk mengembalikan uang tersebut sampai dengan 2 hari berikutnya, setidaknya sampai dengan batas akhir pembayaran SPP selesai. Bolak balik BNI gubeng ke ITS, prosedurnya mbulet sak mbulet mbuletnya..sampai saya kerahkan semua kemampuan saya bernegosiasi, halus sampai dengan kasar dan menarik perhatian nasabah lain ;) (maaf BNI gubeng…) dan untunglah saya tidak sempat orasi di sana, karena keburu diantar ke lantai 3…hehehehe, dan akhirnya dari proses yang sangat melelahkan tersebut, uang saya bisa dikembalikan tanpa harus menunggu report dari mesin ATM di ITS yang hanya bisa diambil setelah uang di ATM habis…duh Gusti..Matur Nuwun…
Berbicara tentang kebodohan – kebodohan saya, memang lebih banyak dikarenakan keisengan saya dan rasa inghin tahu yang berlebih, ketika naik angkutan umum dengan kecepatan tinggi, kadang saya berpikir apa ya yang akan terjadi jika saya tiba2 melompat dari atas sini..atau tiba – tiba berpikir, apa yang yang bakal terjadi jika saya bakAr seluruh kota…hahahahahahhahaha..kata orang itu bisikan, tapi sejauh mana saya menuruti jiwa dan pikiran radikal saya, sejauh ini masih cukup tertoleransi kok…;p
Kebodohan besar saya yang terbaru adalah berbicara tentang keputusan saya menggadaikan seluruh masa depan saya demi kesembuhan penyakit saya…lagi – lagi ya…
Bentuknya seperti apa, sepertinya tidak perlu saya jelaskan terlalu detail ya masalah pergadaiannya… terlalu privacy ;p
Saya memutuskan dengan drastis, bahwa saya tidak akan terklalu menaruh harapan besar ke masa depan saya untuk meraih semua impian dan ambisi saya, yang saya perhatikan hanyalah bagaimana saya menemukan seseorang untuk memberikan anak ke saya, as soon as possible..ketemulah seseorang tersebut, baik, menarik, lembut, smart, bicara apa yg telah dan sedang dia punya sama sekali tidak masuk hitungan saya, karena yang saya perlukan adalah factor genetic dia, bukan apa yang telah dia punya dan dia raih…sama sekali tidak masuk hitungan saya…Masa lalu dia..yaaahhh cukup tahu sekilas lah..dan kebetulan memang tidak terlalu baik..cuman ada satu orang terdekat saya yang sempet bilang seperti ini..semua laki-laki itu brengsek nell, carilah dari mereka yang kadar brengseknya paling sedikit ;p bener juga..dan lagi..past is a past..seburuk apapun dia dimasa lalu, ketika sekarang dia baik dan care sama saya, kenapa saya harus take an attention to his past…EGP kali yaaa….lebih baik mantan preman bukan, ketimbang calon preman..hehehehe
Dia baik..beneran baik, lembut..bangeeettt, charming..hehe..nice lah..lagipula smart enough dan yang terpenting dia mau jadi partner belajar…hehehehe
Kalo menurut bahasa temen saya, taraf suka atau ketertarikan seorang perempuan terhadap laki – laki itu ada 3, pertama adalah ketertarikan fisik yang berasal dari perhatian dia secara fisik kepada laki laki, baik berupa penampilan, perhatian, kasih sayang dan segala hal yang bersifat fisik dan perlakuan. Yang kedua adalah ketertarikan secara rasional, yang berdasar kepada pekerjaan, kemapanan dan masa depan dia, sedangkan yang ketiga adalah ketertarikan secara emosi yang intinya, kata temen saya ini mau loe jelek, kere..gw tetep suka sama loe…Nah.tahap saya sama si partner saya masih di tahapan pertama, ketertarikan fisik…karena saya gak tertarik sedikitpun sama apa yang dia punya tuh…..mungkin cukup menggiurkan dengan sekian ‘kemapanan’ yang sudah dia miliki, tapi..go to hell with that..saya bias kok cari uang makan dengan tenaga saya sendiri..kayaknya kok kasian sekali ya ketika seorang perempuan memilih menyukai seorang laki – laki hanya karena ingin menumpangkan hidupnya ke laki – laki tersebut..menyedihkan sekali berpikir menjadi parasit bagi hidup orang lain….saya yakin hanya perempuan bodoh yang berpikir tentang hal tersebut!!!!!
Kembali pada si partner saya ini, sikapnya yang cukup nice, lembut, dan care ini ‘sempet’ membuat saya benar – benar berpikir bahwa dia telah berubah, dan tentu saja, saya juga akan berubah, karena saya termasuk orang yang cukup cepat berimprovisasi kok..hahahahahha, dan setelah cukup lama saya mengenal dia, ternyata anggapan bahwa dari 10 orang laki – laki, 9 orang brengsek dan 1 orang adalah gay itu bener banget.dan hebatnya dia mengakui itu dengan sangat berbesar hati dan sangat jujur….
Ketidaksiapan dia terikat secara resmi itu mutlak, saya tidak tahu sampai kapan..mungkin yang dia inginkan adalah sosok dimana dia bisa menjalin sebuah special partnership tanpa adanya keterikatan emosional sama sekali…..fine..jika saya tidak sakit..mungkin saya don’t care dengan semua itu..umur masih muda, banyakin seneng2 aja…tapi kan saya harus berpikir banyak..dan itu tidak mudah.
Kadang, saya berpikir ini adalah wujud kebodohan saya yang lainnya lagi…yang terlalu berprasangka bahwa orang bisa dengan mudah berubah dari tidak baik menjadi sangat baik..atau benar – benar berubah total..ternyata tidak semudah itu ya….
Namun, dengan mengatasnamakan perjanjian sebagai hanya partner belajar, saya tidak bias terus memupuk harapan dan perasaan saya ke dia, karena saya kok feeling semuanya hanya akan sia2..bukan sebuah judgement seperti yang selama ini dia tuduhkan ke saya, bahwa saya termasuk orang yang sangat mudah justifikasi seseorang….bukan ini bukan sebuah judgement..saya hanya mencoba menganalogkan dari sekian waktu yang saya coba belanjakan bersama dengan dia..dan ternyata semuanya tidak menghasilkan apapun..kecuali hanya sedikit kenangan manis dan lebih banyak kebersamaan yang sia2…..
Tapi..bagaimanapun juga, dia pernah mengutarakan sebuah niat baik ke saya bukan, mau membantu saya dengan tulus..hanya sayang ya..seiring berjalannya waktu, ternyata niatan baik saja tidak cukup…dan pembuktianlah yang benar2 diperlukan…
Untuk Partnerku yang tersayang (saya yakin dia membaca blog saya ini)….Maafkan semua yang telah terucap dari aku yang mungkin telah menyakiti hati kamu..aku hanyalah makhluk tuhan yang tidak sempurna, yang juga tidak biasa berbicara manis selayaknya perempuan – perempuan lain yang mungkin pernah deket dengan kamu..aku hanya mencoba berbicara jujur, seperti yang kamu minta..inilah yang ada dalam pikiran aku, saat ini…tentang kamu, tentang yang sempet terjalin diantara kita meski hanya dalam waktu yang sangat singkat…
Benar…seperti bahasa kamu, bahwa kita adalah 2 orang yang sebenarnya takut berkomitmen, tapi mencoba untuk berani..dan sekarang memang kita sama – sama menarik diri dan buat batasan – batasan diantara kita….., sayangnya ketika aku mencoba untuk membuka diriku, kondisi dan keadaanku, perasaan, dan segalanya…tidak satu katapun yang aku tahu ttg ‘kondisi’ kamu..Not Even one Word..and why I should heard something real about you from other person????
Tapi BTW….aku ingin berkata dengan sejujur-jujurnya bahwa kebersamaan kita yang singkat itu sangat berarti bagi aku..sangat berkesan bagi aku…kamu pernah menjadi bagian special meski tidak ada orang lain yang tahu tentang kita…hari – hari dimana kita berbagi cerita dan tawa bareng…taruhan bareng…rencana sholat EID bareng (tapi gak jadi ;) )…semuanya indah kok…dan aku berharap dari lubuk hati yang paling dalam, suatu saat nanti, kamu akan bercerita yang sejujurnya sama aku..apa yang kamu rasakan saat itu…kamu akan mengatakan yang sejujurnya apa yang terjadi pada saat itu sampai segalanya menjadi tidak seperti yang kita harapkan…dan mudah2an itu bias membuat aku mencoret satu hal ini dari daftar kebodohan – kebodohan baruku…dan mengubahnya menjadi hal yang aku bias mencatatnya sebagai satu dari sekian kenangan yang harus aku jaga dalam memoriku…
Sambil meringis kesakitan, saya mecoba feedback ke beberapa kebodohan – kebodohan yang pernah saya lakukan, dan semuanya berawal dari rasa ingin tahu yang berlebih, dan keinginan kuat untuk mencobanya…
Dulu….pada saat saya masih kulaih semester 5, saya ingin sekali tahu ttg kinerja mesin ATM, ada warning di mesin ATM kampus pada saat itu, jika uang tidak diambil selama (kalau tidak salah 20 detik), maka ATM akan menelan kembali uang yg telah dikeluarkannya. Saya penasaran sekali akan apa yg terjadi ketika uang yang akan saya ambil itu tertelan lagi..dan tanpa berhitung, saya proses pengeluaran uang di ATM tersebut..dan lagi – lagi tanpa berhitung lebih jauh…saya keluarkan semua sisa transferan orang tua untuk bayar SPP..dengan senyum2 simpul, saya cuekin uang yang sdh terdebet itu sampai dengan mesin menelan kembali…komentar saya setelah mesin menelan kembali uang tersebut…oalah..cuman gitu…, saya pencet kembali jenis transaksi untuk mengeluarkan sejumlah uang yang tertelan tadi…whaaaatttttt…kok saldo tidak mencukupi, cek saldo..cek saldo..whaaaaattttttt kok tinggal 50 rb..kemana uang saya…??????
Dengan wajah pucat dan badan yang lemes, saya keluar dari mesin ATM yang udah lebih dari 15 menit saya tungguin, tanpa hasil…gimana gak lemes..2 hari lagi batas akhir pembayaran SPP…uang dari manaaaaaaa?????, mulailah saya curhat dengan seadnya cerita tanpa ditambahi atau dikurangi ke temen2 sekaligus juru selamat saya jika saya sedang kelaparan di kampus dulu..mereka enteng aja bilang…goblok bgt sih kamu, kalo mau nyoba, kenapa gak 20rb aja..kenapa harus semua uang tabungan kamu…..jadilah..kami semua repot untuk mengembalikan uang tersebut sampai dengan 2 hari berikutnya, setidaknya sampai dengan batas akhir pembayaran SPP selesai. Bolak balik BNI gubeng ke ITS, prosedurnya mbulet sak mbulet mbuletnya..sampai saya kerahkan semua kemampuan saya bernegosiasi, halus sampai dengan kasar dan menarik perhatian nasabah lain ;) (maaf BNI gubeng…) dan untunglah saya tidak sempat orasi di sana, karena keburu diantar ke lantai 3…hehehehe, dan akhirnya dari proses yang sangat melelahkan tersebut, uang saya bisa dikembalikan tanpa harus menunggu report dari mesin ATM di ITS yang hanya bisa diambil setelah uang di ATM habis…duh Gusti..Matur Nuwun…
Berbicara tentang kebodohan – kebodohan saya, memang lebih banyak dikarenakan keisengan saya dan rasa inghin tahu yang berlebih, ketika naik angkutan umum dengan kecepatan tinggi, kadang saya berpikir apa ya yang akan terjadi jika saya tiba2 melompat dari atas sini..atau tiba – tiba berpikir, apa yang yang bakal terjadi jika saya bakAr seluruh kota…hahahahahahhahaha..kata orang itu bisikan, tapi sejauh mana saya menuruti jiwa dan pikiran radikal saya, sejauh ini masih cukup tertoleransi kok…;p
Kebodohan besar saya yang terbaru adalah berbicara tentang keputusan saya menggadaikan seluruh masa depan saya demi kesembuhan penyakit saya…lagi – lagi ya…
Bentuknya seperti apa, sepertinya tidak perlu saya jelaskan terlalu detail ya masalah pergadaiannya… terlalu privacy ;p
Saya memutuskan dengan drastis, bahwa saya tidak akan terklalu menaruh harapan besar ke masa depan saya untuk meraih semua impian dan ambisi saya, yang saya perhatikan hanyalah bagaimana saya menemukan seseorang untuk memberikan anak ke saya, as soon as possible..ketemulah seseorang tersebut, baik, menarik, lembut, smart, bicara apa yg telah dan sedang dia punya sama sekali tidak masuk hitungan saya, karena yang saya perlukan adalah factor genetic dia, bukan apa yang telah dia punya dan dia raih…sama sekali tidak masuk hitungan saya…Masa lalu dia..yaaahhh cukup tahu sekilas lah..dan kebetulan memang tidak terlalu baik..cuman ada satu orang terdekat saya yang sempet bilang seperti ini..semua laki-laki itu brengsek nell, carilah dari mereka yang kadar brengseknya paling sedikit ;p bener juga..dan lagi..past is a past..seburuk apapun dia dimasa lalu, ketika sekarang dia baik dan care sama saya, kenapa saya harus take an attention to his past…EGP kali yaaa….lebih baik mantan preman bukan, ketimbang calon preman..hehehehe
Dia baik..beneran baik, lembut..bangeeettt, charming..hehe..nice lah..lagipula smart enough dan yang terpenting dia mau jadi partner belajar…hehehehe
Kalo menurut bahasa temen saya, taraf suka atau ketertarikan seorang perempuan terhadap laki – laki itu ada 3, pertama adalah ketertarikan fisik yang berasal dari perhatian dia secara fisik kepada laki laki, baik berupa penampilan, perhatian, kasih sayang dan segala hal yang bersifat fisik dan perlakuan. Yang kedua adalah ketertarikan secara rasional, yang berdasar kepada pekerjaan, kemapanan dan masa depan dia, sedangkan yang ketiga adalah ketertarikan secara emosi yang intinya, kata temen saya ini mau loe jelek, kere..gw tetep suka sama loe…Nah.tahap saya sama si partner saya masih di tahapan pertama, ketertarikan fisik…karena saya gak tertarik sedikitpun sama apa yang dia punya tuh…..mungkin cukup menggiurkan dengan sekian ‘kemapanan’ yang sudah dia miliki, tapi..go to hell with that..saya bias kok cari uang makan dengan tenaga saya sendiri..kayaknya kok kasian sekali ya ketika seorang perempuan memilih menyukai seorang laki – laki hanya karena ingin menumpangkan hidupnya ke laki – laki tersebut..menyedihkan sekali berpikir menjadi parasit bagi hidup orang lain….saya yakin hanya perempuan bodoh yang berpikir tentang hal tersebut!!!!!
Kembali pada si partner saya ini, sikapnya yang cukup nice, lembut, dan care ini ‘sempet’ membuat saya benar – benar berpikir bahwa dia telah berubah, dan tentu saja, saya juga akan berubah, karena saya termasuk orang yang cukup cepat berimprovisasi kok..hahahahahha, dan setelah cukup lama saya mengenal dia, ternyata anggapan bahwa dari 10 orang laki – laki, 9 orang brengsek dan 1 orang adalah gay itu bener banget.dan hebatnya dia mengakui itu dengan sangat berbesar hati dan sangat jujur….
Ketidaksiapan dia terikat secara resmi itu mutlak, saya tidak tahu sampai kapan..mungkin yang dia inginkan adalah sosok dimana dia bisa menjalin sebuah special partnership tanpa adanya keterikatan emosional sama sekali…..fine..jika saya tidak sakit..mungkin saya don’t care dengan semua itu..umur masih muda, banyakin seneng2 aja…tapi kan saya harus berpikir banyak..dan itu tidak mudah.
Kadang, saya berpikir ini adalah wujud kebodohan saya yang lainnya lagi…yang terlalu berprasangka bahwa orang bisa dengan mudah berubah dari tidak baik menjadi sangat baik..atau benar – benar berubah total..ternyata tidak semudah itu ya….
Namun, dengan mengatasnamakan perjanjian sebagai hanya partner belajar, saya tidak bias terus memupuk harapan dan perasaan saya ke dia, karena saya kok feeling semuanya hanya akan sia2..bukan sebuah judgement seperti yang selama ini dia tuduhkan ke saya, bahwa saya termasuk orang yang sangat mudah justifikasi seseorang….bukan ini bukan sebuah judgement..saya hanya mencoba menganalogkan dari sekian waktu yang saya coba belanjakan bersama dengan dia..dan ternyata semuanya tidak menghasilkan apapun..kecuali hanya sedikit kenangan manis dan lebih banyak kebersamaan yang sia2…..
Tapi..bagaimanapun juga, dia pernah mengutarakan sebuah niat baik ke saya bukan, mau membantu saya dengan tulus..hanya sayang ya..seiring berjalannya waktu, ternyata niatan baik saja tidak cukup…dan pembuktianlah yang benar2 diperlukan…
Untuk Partnerku yang tersayang (saya yakin dia membaca blog saya ini)….Maafkan semua yang telah terucap dari aku yang mungkin telah menyakiti hati kamu..aku hanyalah makhluk tuhan yang tidak sempurna, yang juga tidak biasa berbicara manis selayaknya perempuan – perempuan lain yang mungkin pernah deket dengan kamu..aku hanya mencoba berbicara jujur, seperti yang kamu minta..inilah yang ada dalam pikiran aku, saat ini…tentang kamu, tentang yang sempet terjalin diantara kita meski hanya dalam waktu yang sangat singkat…
Benar…seperti bahasa kamu, bahwa kita adalah 2 orang yang sebenarnya takut berkomitmen, tapi mencoba untuk berani..dan sekarang memang kita sama – sama menarik diri dan buat batasan – batasan diantara kita….., sayangnya ketika aku mencoba untuk membuka diriku, kondisi dan keadaanku, perasaan, dan segalanya…tidak satu katapun yang aku tahu ttg ‘kondisi’ kamu..Not Even one Word..and why I should heard something real about you from other person????
Tapi BTW….aku ingin berkata dengan sejujur-jujurnya bahwa kebersamaan kita yang singkat itu sangat berarti bagi aku..sangat berkesan bagi aku…kamu pernah menjadi bagian special meski tidak ada orang lain yang tahu tentang kita…hari – hari dimana kita berbagi cerita dan tawa bareng…taruhan bareng…rencana sholat EID bareng (tapi gak jadi ;) )…semuanya indah kok…dan aku berharap dari lubuk hati yang paling dalam, suatu saat nanti, kamu akan bercerita yang sejujurnya sama aku..apa yang kamu rasakan saat itu…kamu akan mengatakan yang sejujurnya apa yang terjadi pada saat itu sampai segalanya menjadi tidak seperti yang kita harapkan…dan mudah2an itu bias membuat aku mencoret satu hal ini dari daftar kebodohan – kebodohan baruku…dan mengubahnya menjadi hal yang aku bias mencatatnya sebagai satu dari sekian kenangan yang harus aku jaga dalam memoriku…
Subscribe to:
Comments (Atom)
