Pagi ini, saya membuat sebuah kebodohan baru lagi…dengan alasan mau test pisau cukur alis masih tajam atau sudah tumpul, saya goreskan dengan keras..bukan ke kertas atau ke kain atau hal lainnya..tapi saya goreskan ke kulit paha saya…jadilah darah mengucur deras dan membuat koleksi luka di tubuh saya bertambah satu, yang terbaru ini dengan diameter 2 cm…bodoh ya….;p
Sambil meringis kesakitan, saya mecoba feedback ke beberapa kebodohan – kebodohan yang pernah saya lakukan, dan semuanya berawal dari rasa ingin tahu yang berlebih, dan keinginan kuat untuk mencobanya…
Dulu….pada saat saya masih kulaih semester 5, saya ingin sekali tahu ttg kinerja mesin ATM, ada warning di mesin ATM kampus pada saat itu, jika uang tidak diambil selama (kalau tidak salah 20 detik), maka ATM akan menelan kembali uang yg telah dikeluarkannya. Saya penasaran sekali akan apa yg terjadi ketika uang yang akan saya ambil itu tertelan lagi..dan tanpa berhitung, saya proses pengeluaran uang di ATM tersebut..dan lagi – lagi tanpa berhitung lebih jauh…saya keluarkan semua sisa transferan orang tua untuk bayar SPP..dengan senyum2 simpul, saya cuekin uang yang sdh terdebet itu sampai dengan mesin menelan kembali…komentar saya setelah mesin menelan kembali uang tersebut…oalah..cuman gitu…, saya pencet kembali jenis transaksi untuk mengeluarkan sejumlah uang yang tertelan tadi…whaaaatttttt…kok saldo tidak mencukupi, cek saldo..cek saldo..whaaaaattttttt kok tinggal 50 rb..kemana uang saya…??????
Dengan wajah pucat dan badan yang lemes, saya keluar dari mesin ATM yang udah lebih dari 15 menit saya tungguin, tanpa hasil…gimana gak lemes..2 hari lagi batas akhir pembayaran SPP…uang dari manaaaaaaa?????, mulailah saya curhat dengan seadnya cerita tanpa ditambahi atau dikurangi ke temen2 sekaligus juru selamat saya jika saya sedang kelaparan di kampus dulu..mereka enteng aja bilang…goblok bgt sih kamu, kalo mau nyoba, kenapa gak 20rb aja..kenapa harus semua uang tabungan kamu…..jadilah..kami semua repot untuk mengembalikan uang tersebut sampai dengan 2 hari berikutnya, setidaknya sampai dengan batas akhir pembayaran SPP selesai. Bolak balik BNI gubeng ke ITS, prosedurnya mbulet sak mbulet mbuletnya..sampai saya kerahkan semua kemampuan saya bernegosiasi, halus sampai dengan kasar dan menarik perhatian nasabah lain ;) (maaf BNI gubeng…) dan untunglah saya tidak sempat orasi di sana, karena keburu diantar ke lantai 3…hehehehe, dan akhirnya dari proses yang sangat melelahkan tersebut, uang saya bisa dikembalikan tanpa harus menunggu report dari mesin ATM di ITS yang hanya bisa diambil setelah uang di ATM habis…duh Gusti..Matur Nuwun…
Berbicara tentang kebodohan – kebodohan saya, memang lebih banyak dikarenakan keisengan saya dan rasa inghin tahu yang berlebih, ketika naik angkutan umum dengan kecepatan tinggi, kadang saya berpikir apa ya yang akan terjadi jika saya tiba2 melompat dari atas sini..atau tiba – tiba berpikir, apa yang yang bakal terjadi jika saya bakAr seluruh kota…hahahahahahhahaha..kata orang itu bisikan, tapi sejauh mana saya menuruti jiwa dan pikiran radikal saya, sejauh ini masih cukup tertoleransi kok…;p
Kebodohan besar saya yang terbaru adalah berbicara tentang keputusan saya menggadaikan seluruh masa depan saya demi kesembuhan penyakit saya…lagi – lagi ya…
Bentuknya seperti apa, sepertinya tidak perlu saya jelaskan terlalu detail ya masalah pergadaiannya… terlalu privacy ;p
Saya memutuskan dengan drastis, bahwa saya tidak akan terklalu menaruh harapan besar ke masa depan saya untuk meraih semua impian dan ambisi saya, yang saya perhatikan hanyalah bagaimana saya menemukan seseorang untuk memberikan anak ke saya, as soon as possible..ketemulah seseorang tersebut, baik, menarik, lembut, smart, bicara apa yg telah dan sedang dia punya sama sekali tidak masuk hitungan saya, karena yang saya perlukan adalah factor genetic dia, bukan apa yang telah dia punya dan dia raih…sama sekali tidak masuk hitungan saya…Masa lalu dia..yaaahhh cukup tahu sekilas lah..dan kebetulan memang tidak terlalu baik..cuman ada satu orang terdekat saya yang sempet bilang seperti ini..semua laki-laki itu brengsek nell, carilah dari mereka yang kadar brengseknya paling sedikit ;p bener juga..dan lagi..past is a past..seburuk apapun dia dimasa lalu, ketika sekarang dia baik dan care sama saya, kenapa saya harus take an attention to his past…EGP kali yaaa….lebih baik mantan preman bukan, ketimbang calon preman..hehehehe
Dia baik..beneran baik, lembut..bangeeettt, charming..hehe..nice lah..lagipula smart enough dan yang terpenting dia mau jadi partner belajar…hehehehe
Kalo menurut bahasa temen saya, taraf suka atau ketertarikan seorang perempuan terhadap laki – laki itu ada 3, pertama adalah ketertarikan fisik yang berasal dari perhatian dia secara fisik kepada laki laki, baik berupa penampilan, perhatian, kasih sayang dan segala hal yang bersifat fisik dan perlakuan. Yang kedua adalah ketertarikan secara rasional, yang berdasar kepada pekerjaan, kemapanan dan masa depan dia, sedangkan yang ketiga adalah ketertarikan secara emosi yang intinya, kata temen saya ini mau loe jelek, kere..gw tetep suka sama loe…Nah.tahap saya sama si partner saya masih di tahapan pertama, ketertarikan fisik…karena saya gak tertarik sedikitpun sama apa yang dia punya tuh…..mungkin cukup menggiurkan dengan sekian ‘kemapanan’ yang sudah dia miliki, tapi..go to hell with that..saya bias kok cari uang makan dengan tenaga saya sendiri..kayaknya kok kasian sekali ya ketika seorang perempuan memilih menyukai seorang laki – laki hanya karena ingin menumpangkan hidupnya ke laki – laki tersebut..menyedihkan sekali berpikir menjadi parasit bagi hidup orang lain….saya yakin hanya perempuan bodoh yang berpikir tentang hal tersebut!!!!!
Kembali pada si partner saya ini, sikapnya yang cukup nice, lembut, dan care ini ‘sempet’ membuat saya benar – benar berpikir bahwa dia telah berubah, dan tentu saja, saya juga akan berubah, karena saya termasuk orang yang cukup cepat berimprovisasi kok..hahahahahha, dan setelah cukup lama saya mengenal dia, ternyata anggapan bahwa dari 10 orang laki – laki, 9 orang brengsek dan 1 orang adalah gay itu bener banget.dan hebatnya dia mengakui itu dengan sangat berbesar hati dan sangat jujur….
Ketidaksiapan dia terikat secara resmi itu mutlak, saya tidak tahu sampai kapan..mungkin yang dia inginkan adalah sosok dimana dia bisa menjalin sebuah special partnership tanpa adanya keterikatan emosional sama sekali…..fine..jika saya tidak sakit..mungkin saya don’t care dengan semua itu..umur masih muda, banyakin seneng2 aja…tapi kan saya harus berpikir banyak..dan itu tidak mudah.
Kadang, saya berpikir ini adalah wujud kebodohan saya yang lainnya lagi…yang terlalu berprasangka bahwa orang bisa dengan mudah berubah dari tidak baik menjadi sangat baik..atau benar – benar berubah total..ternyata tidak semudah itu ya….
Namun, dengan mengatasnamakan perjanjian sebagai hanya partner belajar, saya tidak bias terus memupuk harapan dan perasaan saya ke dia, karena saya kok feeling semuanya hanya akan sia2..bukan sebuah judgement seperti yang selama ini dia tuduhkan ke saya, bahwa saya termasuk orang yang sangat mudah justifikasi seseorang….bukan ini bukan sebuah judgement..saya hanya mencoba menganalogkan dari sekian waktu yang saya coba belanjakan bersama dengan dia..dan ternyata semuanya tidak menghasilkan apapun..kecuali hanya sedikit kenangan manis dan lebih banyak kebersamaan yang sia2…..
Tapi..bagaimanapun juga, dia pernah mengutarakan sebuah niat baik ke saya bukan, mau membantu saya dengan tulus..hanya sayang ya..seiring berjalannya waktu, ternyata niatan baik saja tidak cukup…dan pembuktianlah yang benar2 diperlukan…
Untuk Partnerku yang tersayang (saya yakin dia membaca blog saya ini)….Maafkan semua yang telah terucap dari aku yang mungkin telah menyakiti hati kamu..aku hanyalah makhluk tuhan yang tidak sempurna, yang juga tidak biasa berbicara manis selayaknya perempuan – perempuan lain yang mungkin pernah deket dengan kamu..aku hanya mencoba berbicara jujur, seperti yang kamu minta..inilah yang ada dalam pikiran aku, saat ini…tentang kamu, tentang yang sempet terjalin diantara kita meski hanya dalam waktu yang sangat singkat…
Benar…seperti bahasa kamu, bahwa kita adalah 2 orang yang sebenarnya takut berkomitmen, tapi mencoba untuk berani..dan sekarang memang kita sama – sama menarik diri dan buat batasan – batasan diantara kita….., sayangnya ketika aku mencoba untuk membuka diriku, kondisi dan keadaanku, perasaan, dan segalanya…tidak satu katapun yang aku tahu ttg ‘kondisi’ kamu..Not Even one Word..and why I should heard something real about you from other person????
Tapi BTW….aku ingin berkata dengan sejujur-jujurnya bahwa kebersamaan kita yang singkat itu sangat berarti bagi aku..sangat berkesan bagi aku…kamu pernah menjadi bagian special meski tidak ada orang lain yang tahu tentang kita…hari – hari dimana kita berbagi cerita dan tawa bareng…taruhan bareng…rencana sholat EID bareng (tapi gak jadi ;) )…semuanya indah kok…dan aku berharap dari lubuk hati yang paling dalam, suatu saat nanti, kamu akan bercerita yang sejujurnya sama aku..apa yang kamu rasakan saat itu…kamu akan mengatakan yang sejujurnya apa yang terjadi pada saat itu sampai segalanya menjadi tidak seperti yang kita harapkan…dan mudah2an itu bias membuat aku mencoret satu hal ini dari daftar kebodohan – kebodohan baruku…dan mengubahnya menjadi hal yang aku bias mencatatnya sebagai satu dari sekian kenangan yang harus aku jaga dalam memoriku…
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment