Aku mencintai dia dengan segenap hatiku..dan mungkin perasaan itulah yang membuat aku dengan tidak sadar punya keinginan untuk mendominasi hidup dan pikiran dia untuk terus berpikir ttg aku seperti aku juga berpikir ttg dia selama ini.dia sudah menguasai alam pikiranku, secara total..dia benar2 mendominasi hidup dan hari2ku untuk tidak dapat melihat sisi menarik yang mungkin terdapat dalam diri laki2 lain…seperti candaan yang sering dia lontarkan kepadaku, bahwa “saya memang membebaskan kamu untuk bergaul dengan siapapun, laki-laki manapun, tapi saya tutup mata kamu agar tidak bisa melihat kebaikan lelaki lain”…ironis bukan, candaan dia seratus persen benar, dan kami seringkali entah secara serius ataupun bercanda sudah sama – sama tahu bahwa yang kami lakukan adalah sebuah kesia-siaan..tapi yang terjadi adalah ketika tekad untuk menjauh dan menghilang dari hidupnya akan luruh berantakan ketika aku berhadapan kembali dengannya, ketika aku menatap matanya, ketika dengan begitu lembut dia menyusuri wajahku dengan punggung jarinya…aku mencintainya, dan tidak mungkin meninggalkannya..semata2 bukan karena aku tidak mau menemuinya lagi, tapi selain itupun aku berbicara ttg egoisitasku, bahwa aku butuh akan dia..
Mungkin memang egois berpikir aku menikmati setiap detik saat aku bersama dengan dia, tapi apakah aku tidak boleh merasakan dekapannya hanya untuk sekian menit, apakan aku tidak boleh merasakan kelembutannya untuk sekian menit dari seluruh hari2nya..yang dalam hitungan minggupun, belum tentu aku mendapatkan waktu untuk bersamanya sekian menit..haruskah aku selalu menuntut, mendahului pertemuan dengan marah, ngambek, untuk sekedar menyatakan secara tersirat bahwa aku demikian merindukannya…apakah aku harus selalu terlihat seperti perempuan yang tidak tahu diri ketika aku menuntut sekian persen dari seluruh waktunya diberikan untukku???
Jika boleh memilih, aku akan lebih tenang menunggu dia datang memberikan waktunya dengan sukarela ke aku? menghabiskan waktu yang dia berikan bukan sekedar formalitas ataupun tanggungjawab moral karena kedekatan kami. aku ingin setiap dia bersamaku, yang terasa hanya kenyamanan dari gerak tubuh dan tatapannya, gurauannya, kemesraannya…
Setiap aku berusaha memancing emosinya..agar dia membenciku…setiap itu pula aku terluka..aku menyakitinya dan aku menyakiti diriku…
Aku sakit…yah.realita itu seperti sebuah tamparan keras di kehidupanku dan mungkin sebuah isyarat dari Tuhan bahwa aku harus secepatnya melupakan dia, aku harus membunuh rasa dalam diriku, aku harus melangkahkan hidupku…mungkin jika penyakit ini tidak datang, aku akan berpikir untuk terus menikmati peranku disisinya, sampai benar2 egoisitasku terpenuhi..sampai dengan aku bisa memilikinya dengan seutuhnya…jahat sekali ya aku…..
Disaat lain, aku sadar bahwa aku harus berjuang untuk hidupku sendiri, aku harus secepatnya membuka mata dan hatiku..mungkin memang cinta tidak harus memiliki, tapi apakah aku salah ketika aku meratap dan terluka pada saat aku benar2 merasakan arti mencintai yang sebenarnya namun aku tidak mampu menyempurnakannya, karena keadaan yang sangat tidak memungkinkan…
Seringkali..aku bergurau ingin meminta buah cinta kepadanya..setidaknya itu akan menghapus luka dengan menggantikan posisinya dengan seorang anak yang mewakili keberadaannya dala hidupku, seorang bayi yang akan memberiku kasih saryang seutuhnya dan bisa aku miliki, sebagai perwujudan dirinya dan buah cintaku..(aku tidak berani menyebut buah cinta kami, karena aku yakin, dia tidak akan setuju dengan sebutan itu)meski dan meski, aku bisa melihat apa yang dia rasakan terhadapku di tatapan matanya..Kadang aku sangat berharap, dia katakanan sesuatu yang buruk ttg aku, sesuatu yang melecehkan harga diriku..aku ingin dia membuatku membencinya…aku ingin dia membuatku berpikir bahwa dia bukan manusia sempurna dalam pikiranku, yang selalu mengganggu pikiranku setiap kali tidak ada sesuatu yang menarik perhatianku, dan segala yang penting yang aku kerjakan dan bisa membuat pikiranku bisa melupaknnya sejenak hanya bertahan tidak lebih dari hitungan menit…Aku sadar yang aku lakukan sangat membebani perasaannya, kmrn aku sempat mendengar cerita salah seorang sahabatku, bhawa ketika sahabat perempuannya yang lain measa cemburu karena dia menghabiskan waktu dengan orang lain, ketika dia tertawa2 dengan orang lain, ketika dia tidak pernah menamuinya lain, dan menuntut serta terlihat mulai berusaha mendominasi dia, dia sangat tidak nyaman dan setelah itu kunjungan ke sahabatnya itu hanya sebatas satu formalitas dan tanpa ada keihklasan, apalagi menikamati waktu yang terbelanjakan bersamanya…aku takut..dia akan berpikir hal yang sama seperti sahabatku..aku takut apa yang dia rasakan luntur dan bahkan hilang sama sekali akibat tuntutanku yang membuatnya kewalahan…tapi….aku hanya perempuan biasa, aku hanya perempuan yang membutuhkan kehadiran orang yang aku sayangi dan menyayangi aku setidaknya sekian jam dari 1 minggu yang ada dalam hidupku..aku tidak menuntutnya menemuiku setiap hari, aku tahu..selama ini..dari dahulu aku pernah menjalin kasih, aku bukanlah sosok posesif yang ingin selalu menghabiskan setiap detik bersama dengan orang yang aku cintai…bahkan aku menganggap berlebihan untuk cerita2 teman2 sebayaku ketika mereka mengatakan pada saat mereka mencintai orang dengan sangat, mereka akan meminta kekasihnya untuk selalu ada disampingnya, setiap saat, setiap detik dalam hidupnya…..tidak..demi tuhan aku tidak pernah berpikir seposesif itu..Aku tidak berdaya..benar2 menderita..bukan olehnya..seperti yang selama ini dia klaimkan ke aku bahwa seolah2 aku berusaha memberitahukan bahwa aku dibuat menderita oleh apa yang dia lakukan…aku sedih mengetahui dia berpikir seperti itu..aku hanya perempuan biasa..yang merindukannya ada disisiku, untuk menceritakan apa yang aku rasakan hari ini, untuk memelukku ketika penyakit keparat ini melakukan aksinya..untuk mendekapku ketika aku menangis dan merapuh..dan saat aku berusaha ikhlas dengan tidak adanya dia disampingku pada saat aku benar2 membutuhkannya..aku hanya mengatakan merindukannya secara langsung ketika apa yang aku rasakan benar2 tak tertahakan..dan selalu saja, itu salah waktu..aku tidak menderita karena dia, aku menderita oleh perasaanku sendiri, aku tersiksa oleh perasaanku sendiri, yang mungkin sangat berlebihan…
Aku dipaksa untuk membuka mata bahwa aku tidak mungkin menantinya..bahwa segala yang aku rasakan mungkin akan sia – sia disaat yang dia rasakan sudah mulai luntur dan hilang..yang mungkin juga aku ragu dia akan berubah..aku tidak pernah tahu secara langsung, seberapa besar yg dia rasakan kepadaku, sedalam apa yang dia alami ke aku…aku hanya menebak – nebak, berusaha menggali lebih jauh lewat tatapan matanya saat berbicara denganku, lewat sentuhan dan belaian lembutnya, lewat kemesraan dan bahasa tubuhnya, lewat pelukan eratnya…aku hanya menebak – nebak..dan aku yakin sebagian besar yang aku rasakan dan aku simpulkan adalah benar..
Aku ingin mengakhirinya..setidaknya aku mencoba bersikap egois dengan berpikir bahwa aku harus menyebuhkan penyakitku dengan mencari pasangan hidupku..dengan mencari seseorang yang bisa memberikan janin ke rahimku..ketika beberapa kali aku coba minta dari dia dan dia tolak dengan sangat jelas…aku harus merangkak perlahan untuk memulai hidupku lagi…
Aku limbung…tapi..tidak ada salahnya kan, kalo aku terus mencintai dia, setidaknya hingga tuhan menentukan hal lain, aku ingin memberikan kenangan indah disaat2 akhir keberadaanku dalam hidupnya..aku hanya ingin memberi dan memberi..aku harus selalu tersenyum..dan aku ingin memastikan dia baik2 saja, dia tidak terluka dan tersakiti lagi..aku hanya ingin memberikan kesan yang berarti selama 1,8 tahun kedekatan kami, aku ingin dia tahu..aku tidak pernah menyesal dengan apa yang telah aku alami, aku ingin dia tahu bahwa 1,8 tahun ini, aku merasakan rasa yang begitu indah…dan pengorbanan apapun tidak sebanding dengan indahnya apa yang akan aku kenang sampai nanti di akhir hayatku..
Aku yakin Tuhan pasti menyayangi aku, seburuk apapun yang telah aku lakukan dalam mengkhianati kasih sayangNya selama ini, Dia memberi peringatan bahwa aku harus cepat melupakan dia, yang disisi lain akan sangat menyakitkan, karena aku begitu mencintainya….dengan datangnya penyakit ini..namun, aku jadi berpikir bahwa mungkin aku ditakdirkan untuk tidak selalu menjadi baik disetiap jalan hidupku..aku akan berusaha memiliki anak dengan atau tanpa menikah..dengannya atau dengan orang lain..jikalaupun dia tidak akan mau memberikan janin ke rahimku, aku akan mencarinya dari orang lain yang tidak akan merasa terbebani dengan menanamkan benih ke aku….
Tuhan..aku sangat lelah..kenapa Engkau harus memberi hambaMu yang hina ini cobaan perasaan..mengapa Engkau tidak memberikan cobaan hambamMu yang hina ini dengan cobaan kelaparan, seperti 2 – 3 tahun yang lalu..hamba pasti bisa mengatasinya..tanpa pernah terpikir untuk menganggapMu tidak adil…
Bisakah Engkau karuniakan perasaan yang seindah ini buat hambaMu yang hina ini, untuk hamba pasrahkan kepada sosok lain, kepada lelaki lain, yang boleh hamba miliki sepenuhnya???
Tapi, sudahlah..aku mencintainya..meskipun jika harapan kami terkabul bahwa suatu saat kami akan saling melupakan, aku tetap ingin mengingat bahwa saat itu begitu indah..dan aku tidak yakin akan bisa mencintai lagi dengan kapasitas rasa yang sama.
Dan sementara menunggu saat itu sadang, aku ingin memberikan kenangan termanis untuk dia, untuk hidup dia, sampai jika suatu saat nanti aku sudah pergi dari hidupnya..dia tidak akan menganggapku membuatnya menderita…aku akan berusaha membuatnya bahagia, nyaman, meski itu harus dengan melawan keinginanku sendiri selaku perempuan yang merindukan pelukan laki-laki yang dia cintai…
Aku akan tetap berada disampingnya, hingga saat dia katakan atau ucapkan sesuatu yang mengindikasikan tidak adanya lagi rasa yang sama dalam dirinya untukku…mungkin, ketika saat itu datang..aku akan undur diri dengan segala ketabahan dan kekuatan hatiku..aku yakin, aku bisa tegar, meski itu tidak mudah..tapi aku pernah berhasil untuk mentertawakan nasib 2-3 tahun yang lalu juga bukan??? Dan aku berhasil bangkit dan berjuang sendirian menghadapinya…aku yakin..aku perlahan – lahan belajar untuk bisa mentertawakan nasib dan takdirku yang sekarang..dan aku tetap akan seperti dulu, berhasil berjuang sendirian dan aku akan sangat menyesal seandainya suatu saat nanti bertemu kembali dengannya pada saat dia sedang tidak bahagia atau terluka…aku hanya ingin membuatnya bahagia karena aku demikian mencintainya…..
November 13, 2007
Hmmm.....makan...
Hari ini saya makan siang pake nasi padang (lagi!!)...sebungkus penuh stereofoam (mudah2an tulisannya tidak salah) berisi nasi putih biasa (tidak mungkin nasi uduk kan??) bersayur rebusan daun singkong sambel, lalap ketimun dan ayam panggang...
biasanya seenak apapun nasi padang, tdk pernah bisa menerbitkan air liur dibanding dengan makan nasi plus kerupuk atau gorengan sama sambel made in " tangan dewe"...apalagi, karena bergaul dengan banyak orang padang, membuat saya relatif lebih sering mengkonsumsi nasi padang dibandingkan sewajarnya..sekali lagi, kadang dibuat tidak ada pilihan lain..contohnya, jika saya mau nitip temen kost cowok yang orang padang, saya selalu order makanan selain nasi padang..tapi ujung2nya, bungkus nasi yang sampai ke hadapan mata saya dan siap tersantap adalah nasi padang lagi....alasan teman baik saya "suka-suka gue donk..yang beli gua..."..mau ngomong apa coba?? ngomel, percuma, buang energi..gak ngomel...emosi...tapi ya...akhirnya terlahap juga....sampai habis...
banyak orang padang (yang menurut saya, semua orang padang yang pernah mampir di hidup saya atau bercokol di history hidup saya, semuanya chauvinis....kebanggaan mereka akan padang terlihat sedikit berlebihan...hehehe..) yang bilang bahwa menyantap nasi padang di jawa dengan di padang rasanya beda....apalagi nasi kapau...
mencoba untuk berkunjung dan untuk yg pertama kalinya dalam sejarah hidup saya menginjakkan kaki di pulau sumatra...(nazar saya jika keluar dari kerjaan..), sumatra bagian manapun..karena darik seluruh wilayah kepulauan indonesia bagian barat yang belum pernah saya kunjungi adalah sumatra...beruntungnya saya, seorang sahabat terkasih dan baik hati, menawari saya mbuntut kepergian dia ke sumatra..tepatnya padang..(sumatra banget ya..), dan sekaligus berniat mencicipi nasi kapau...
tapi nasib berkata lain..sampai di padang, istirahat sebentar, jalan ke bukittinggi..dan sampai tepat di depan jam gadang, puluk 12 malam...mana ada nasi kapau yang buka.sementara esok paginya, sahabat saya di kejar untuk jadi pembicara di suatu seminar di padang..alhasil saya hanya foto sebentar, dan kemudian kembali ke padang...
tapi saya sempat merasakan nasi padang di padang, dan rasanya memang sedikit beda...buktinya saya makan lahap semua sajian padang yang ada di depan mata..padahal sekelas sederhana-pun, kadang saya malas untuk menyantap....
kembali ke nasi padang yang sedang saya lahap sembari membuat tulisan ini...seharusnya sebagai orang jawa..dan warga negara indonesia yang tahu..ragam kuliner indonesia, sangatlah banyak..dan enak!!...sangat enak..sampai dengan detik ini, saya belum pernah menemukan kuliner yang seenak makanan indonesia..mungkin karena saya lahir dan besar di sini..tapi taste spicy yang ada di setiap masakan di indonesia, tidak pernah di temukan dalam masakan manapun yg pernah saya coba..
bicara western food, japanese food, korean food, atau malaysia food...atau mungkin indian food...sangat kalah dengan ragam bumbu yang ada di masakan indonesia..mungkin yg agak mirip masakan thailand ya..
seperti nasi kandar india, di Malaysia, hanya ini satu2nya makanan yang membuat saya lahap menyantap, karena citarasanya sedkit mirip nasi padang, dengan rasa kunyit yang lebih dari 2 kalilipat pada nasi padang...
bagaimanapun..mencari makanan enak yang ada di pinggir jalan dan halal, yg paling mudah saya temui ya indonesia saja...dan seribet apapun indonesia, saya makin cinta, sejak swaya tidak bisa menemukan makanan sejenis nasi padang, nasi lamongan...dipinggir jalan dinegara2 lain..hehehehehe....
tapi btw..tulisan ini saya dedikasikan untuk orang terkasih yang selalu memaksa dengan cara yang sangat halus, untuk mencintai padang dan atribut yang menempel di darahnya....
biasanya seenak apapun nasi padang, tdk pernah bisa menerbitkan air liur dibanding dengan makan nasi plus kerupuk atau gorengan sama sambel made in " tangan dewe"...apalagi, karena bergaul dengan banyak orang padang, membuat saya relatif lebih sering mengkonsumsi nasi padang dibandingkan sewajarnya..sekali lagi, kadang dibuat tidak ada pilihan lain..contohnya, jika saya mau nitip temen kost cowok yang orang padang, saya selalu order makanan selain nasi padang..tapi ujung2nya, bungkus nasi yang sampai ke hadapan mata saya dan siap tersantap adalah nasi padang lagi....alasan teman baik saya "suka-suka gue donk..yang beli gua..."..mau ngomong apa coba?? ngomel, percuma, buang energi..gak ngomel...emosi...tapi ya...akhirnya terlahap juga....sampai habis...
banyak orang padang (yang menurut saya, semua orang padang yang pernah mampir di hidup saya atau bercokol di history hidup saya, semuanya chauvinis....kebanggaan mereka akan padang terlihat sedikit berlebihan...hehehe..) yang bilang bahwa menyantap nasi padang di jawa dengan di padang rasanya beda....apalagi nasi kapau...
mencoba untuk berkunjung dan untuk yg pertama kalinya dalam sejarah hidup saya menginjakkan kaki di pulau sumatra...(nazar saya jika keluar dari kerjaan..), sumatra bagian manapun..karena darik seluruh wilayah kepulauan indonesia bagian barat yang belum pernah saya kunjungi adalah sumatra...beruntungnya saya, seorang sahabat terkasih dan baik hati, menawari saya mbuntut kepergian dia ke sumatra..tepatnya padang..(sumatra banget ya..), dan sekaligus berniat mencicipi nasi kapau...
tapi nasib berkata lain..sampai di padang, istirahat sebentar, jalan ke bukittinggi..dan sampai tepat di depan jam gadang, puluk 12 malam...mana ada nasi kapau yang buka.sementara esok paginya, sahabat saya di kejar untuk jadi pembicara di suatu seminar di padang..alhasil saya hanya foto sebentar, dan kemudian kembali ke padang...
tapi saya sempat merasakan nasi padang di padang, dan rasanya memang sedikit beda...buktinya saya makan lahap semua sajian padang yang ada di depan mata..padahal sekelas sederhana-pun, kadang saya malas untuk menyantap....
kembali ke nasi padang yang sedang saya lahap sembari membuat tulisan ini...seharusnya sebagai orang jawa..dan warga negara indonesia yang tahu..ragam kuliner indonesia, sangatlah banyak..dan enak!!...sangat enak..sampai dengan detik ini, saya belum pernah menemukan kuliner yang seenak makanan indonesia..mungkin karena saya lahir dan besar di sini..tapi taste spicy yang ada di setiap masakan di indonesia, tidak pernah di temukan dalam masakan manapun yg pernah saya coba..
bicara western food, japanese food, korean food, atau malaysia food...atau mungkin indian food...sangat kalah dengan ragam bumbu yang ada di masakan indonesia..mungkin yg agak mirip masakan thailand ya..
seperti nasi kandar india, di Malaysia, hanya ini satu2nya makanan yang membuat saya lahap menyantap, karena citarasanya sedkit mirip nasi padang, dengan rasa kunyit yang lebih dari 2 kalilipat pada nasi padang...
bagaimanapun..mencari makanan enak yang ada di pinggir jalan dan halal, yg paling mudah saya temui ya indonesia saja...dan seribet apapun indonesia, saya makin cinta, sejak swaya tidak bisa menemukan makanan sejenis nasi padang, nasi lamongan...dipinggir jalan dinegara2 lain..hehehehehe....
tapi btw..tulisan ini saya dedikasikan untuk orang terkasih yang selalu memaksa dengan cara yang sangat halus, untuk mencintai padang dan atribut yang menempel di darahnya....
..Maaf..
Memaafkan…..adalah satu kata ajaib yang sempat saya rasakan lama..sampai kemudian saya menemukan bahwa kata yang sangat jarang keluar dari mulut saya itu amatlah ampuh untuk mengubah dengan drastis suasana hati seseorang…dan keajaiban besar itu saya temukan disebuah taman kanak – kanak di Surabaya, kota tempat saya menuntut ilmu.
Dari seorang anak kecil, saya belajar untuk mengatakan maaf dengan mudah dan ikhlas, dari seorang anak kecil, saya belajar memaafkan dengan tulus…..
Anak kecil tersebut merasa telah berbuat sebuah kesalahan besar dengan menabrak dengan tidak sengaja lutut temannya pada saat dia meluncur di lantai masjid….tempat acara lomba mewarnai anak TK se - Surabaya dilangsungkan, dimana saya waktu itu bertindak sebagai panitia….ringan..dan dengan penuh kesungguhan, dia mengatakan maaf dengan wajah tulus dan penuh pengharapan…maaf….dan sungguh..entah kenapa, saya tergetar melihat pemandangan sederhana itu.
Segalanya memang dimulai dari saat kita dalam tahap pendidikan yang sangat dasar, di sekolah tersebut, semua guru selalu mendahului teguran dg kata maaf dan dilanjutkan dengan bahasa yg sangat santun..tanpa ada kata “jangan”, “tidak boleh” atau dengan intonasi keras sekalipun.. dan mau tidak mau, apa yang menjadi kebiasaan para guru tersebut menular ke anak didiknya, karena fase alpha pada manusia yang lebih besar terkandung pada saat manusia masih kecil akan berperan penuh pada daya ingat masa kanak – kanak..
Mungkin pada saat saya masih dalam tahap piker alpha, saya tidak mendapatkan banyak pelajaran bijak mengenai minta maaf, bertutur sesantun mungkin..karena seingat saya, gaya bertutur saya sudah sangat santun J..dan saya tidak pernah merasa bersalah, jd orang tua jarang menyuruh minta maaf, yg ada setiap kesalahan yang saya buat, bukan maaf yang harus diucapkan sebagai langkah penyelesaikan..tapi sebuah konsekuensi dan hukuman…kebetulan saat saya kecil, kata2 jarang mempan di kepala saya.. J..
Jadilah saya seorang yang kata banyak orang angkuh untuk meminta maaf..tapi bukan berarti saya enggan untuk mengucap satu kata itu..hanya berat untuk terucap meski dengan tidak pernah bisa mengatakan itu perasaan bersalah yang saya rasakan jauh lebih berat dan jauh lebih besar..karena dikalilipatduakan. Rasa bersalah dan rasa tidak bias meminta maaf karena kesalahan tersebut..
Sungguh, dilubuk hati yang paling dalam, saya ingin sekali belajar meminta maaf ataupun memaafkan dengan tulus..dan pembelajaran itu baru saya dapatkan dari teman satu kamar di kost pada saat saya semester 4..bayangkan, betapa terlambatnya saya belajar untuk sesuatu yang sangat mendasar pada suatu jalinan relationship manusia..
Teman satu kamar kost saya selalu dengan sangat tulus mau meminta maaf, sekecil apapun kesalahan dia, dan melihat dia setelah dia meminta maaf, begitu terlihat enteng dan santai saya mulai berusaha untuk ikut menerapkan kebiasaannya..
Pelan namun pasti, saya terbangun dari tidur panjang keangkuhan saya. Saya benar-benar belajar dari level yang paling mendasar sampai dengan sesuatu yang lebih prinsipil..meminta maaf dengan sangat tulus, yang siapapun bis amelihat ketulusan tersebut dari tatapan mata saya..
Sekarangpun, bukan berarti saya adalah orang yang setiap saat selalu meminta maaf ataupun saya peralat kata tersebut sebagai sebuah legalitas untuk berbuat sebuah kesalahan..saya masih juga dalam tahap belajar, dan saya berusaha sekonsisiten mungkin untuk berada di jalur yang saya yakini…memang terbukti, semuanya lebih melegakan ketika bias mengalahkan keangkuhan dan jujur pada diri sendiri, termasuk mengaku salah. Namun mohon dimaafkan, saya juga hanyalah manusia yang masih belajar..dan akan terus belajar untuk meminta maaf dan tentu saja untuk memaafkan..
Dari seorang anak kecil, saya belajar untuk mengatakan maaf dengan mudah dan ikhlas, dari seorang anak kecil, saya belajar memaafkan dengan tulus…..
Anak kecil tersebut merasa telah berbuat sebuah kesalahan besar dengan menabrak dengan tidak sengaja lutut temannya pada saat dia meluncur di lantai masjid….tempat acara lomba mewarnai anak TK se - Surabaya dilangsungkan, dimana saya waktu itu bertindak sebagai panitia….ringan..dan dengan penuh kesungguhan, dia mengatakan maaf dengan wajah tulus dan penuh pengharapan…maaf….dan sungguh..entah kenapa, saya tergetar melihat pemandangan sederhana itu.
Segalanya memang dimulai dari saat kita dalam tahap pendidikan yang sangat dasar, di sekolah tersebut, semua guru selalu mendahului teguran dg kata maaf dan dilanjutkan dengan bahasa yg sangat santun..tanpa ada kata “jangan”, “tidak boleh” atau dengan intonasi keras sekalipun.. dan mau tidak mau, apa yang menjadi kebiasaan para guru tersebut menular ke anak didiknya, karena fase alpha pada manusia yang lebih besar terkandung pada saat manusia masih kecil akan berperan penuh pada daya ingat masa kanak – kanak..
Mungkin pada saat saya masih dalam tahap piker alpha, saya tidak mendapatkan banyak pelajaran bijak mengenai minta maaf, bertutur sesantun mungkin..karena seingat saya, gaya bertutur saya sudah sangat santun J..dan saya tidak pernah merasa bersalah, jd orang tua jarang menyuruh minta maaf, yg ada setiap kesalahan yang saya buat, bukan maaf yang harus diucapkan sebagai langkah penyelesaikan..tapi sebuah konsekuensi dan hukuman…kebetulan saat saya kecil, kata2 jarang mempan di kepala saya.. J..
Jadilah saya seorang yang kata banyak orang angkuh untuk meminta maaf..tapi bukan berarti saya enggan untuk mengucap satu kata itu..hanya berat untuk terucap meski dengan tidak pernah bisa mengatakan itu perasaan bersalah yang saya rasakan jauh lebih berat dan jauh lebih besar..karena dikalilipatduakan. Rasa bersalah dan rasa tidak bias meminta maaf karena kesalahan tersebut..
Sungguh, dilubuk hati yang paling dalam, saya ingin sekali belajar meminta maaf ataupun memaafkan dengan tulus..dan pembelajaran itu baru saya dapatkan dari teman satu kamar di kost pada saat saya semester 4..bayangkan, betapa terlambatnya saya belajar untuk sesuatu yang sangat mendasar pada suatu jalinan relationship manusia..
Teman satu kamar kost saya selalu dengan sangat tulus mau meminta maaf, sekecil apapun kesalahan dia, dan melihat dia setelah dia meminta maaf, begitu terlihat enteng dan santai saya mulai berusaha untuk ikut menerapkan kebiasaannya..
Pelan namun pasti, saya terbangun dari tidur panjang keangkuhan saya. Saya benar-benar belajar dari level yang paling mendasar sampai dengan sesuatu yang lebih prinsipil..meminta maaf dengan sangat tulus, yang siapapun bis amelihat ketulusan tersebut dari tatapan mata saya..
Sekarangpun, bukan berarti saya adalah orang yang setiap saat selalu meminta maaf ataupun saya peralat kata tersebut sebagai sebuah legalitas untuk berbuat sebuah kesalahan..saya masih juga dalam tahap belajar, dan saya berusaha sekonsisiten mungkin untuk berada di jalur yang saya yakini…memang terbukti, semuanya lebih melegakan ketika bias mengalahkan keangkuhan dan jujur pada diri sendiri, termasuk mengaku salah. Namun mohon dimaafkan, saya juga hanyalah manusia yang masih belajar..dan akan terus belajar untuk meminta maaf dan tentu saja untuk memaafkan..
Jakarta
Kekasih sahabat saya pernah mengatakan bahwa “ hidup di jakarta
memang penuh dengan kesibukan, bukan sibuk untuk meniti karier tapi kita sibuk untuk bertahan hidup”, tanpa harus berpikir lebih lanjut, pernyataan tersebut memang sangat benar..absolut, setidaknya dalam frame berpikir saya sampai dengan detik ini. Dua tahun bertahan di jakarta, masih tatp menjadikan saya bukan siapa – siapa, setidaknya bukan orang yang diperhitungkan oleh banyak orang, itu baru saya, baru 2 tahun..dan saya teramat yakin ada banyak individu2 yang lebih lama dari saya, lebih dahulu mencoba peruntungan di jakarta
, berbelas, atau bahkan berpuluh tahun yang lalu, masih juga belum menjadi siapa – siapa... Banyak hal yang menjadikan pernyataan tersebut benar, berbekal ijazah dan transkrip nilai dari sebuah perguruan tinggi, nekad mencari peruntungan di ibukota ini, tanpa bekal pengalaman bekerja yang bisa diperhitungkan, mungkin saya bukan termasuk orang yang beruntung...mendapatkan pekerjaan di satu kawasan elit ibukota, digedung mewah dan lingkungan kerja yang sangat modern, pekerjaan yang saya dapatkan, hanya sebatas rutinitas tanpa koma, membuka hari dengan telepon dan salam, bertumpuk aplikasi yang harus di konfirmasi...sampai dengan ucap selamat malam, saya hadapi karena keinginan bertahan hidup tadi...yah..hitung2 pengalaman kerjalah...namun setelah terlewat waktu sekian bulan sampai dengan kata yang terucap terhapal “ selamat pagi pak/bu, saya dari Bank ...., mohon bantuan bla..bla..bla...sangat hapal, sampai sering terbawa mengigau dalam tidur..kemudian karena tawaran untuk penghasilan yang sedikit lebih besar dan atas nama mempertahankan hidup saya mencoba peruntungan dengan pindah pekerjaan...pekerjaan berikutnya dengan sekian tantangan yang menunggu, lingkungan kerja kondusif, temen2 bersahabat, tapi di satu sisi, uang tidak ada, perusahaan bangkrut..!!mencoba bertahan 7 bulan dalam kondisi ketidakpastian tersebut dengan uang yg semakin menipis, alternative memasak pastilah menjadi pilihan utama, memasak nasi putih dan setelah nasi masak, tinggal berbekal garam, bawang merah dan bawang putih plus sedikit penyedap rasa dan saos dan sedikit minyak goreng, jadilah nasi goreng yg ...kalian tahu, rasanya sangaaaattt nikmat jika disantap dalam kondisi sangat lapar, meski tanpa lauk sedikitpun…7 bulan, setiap hari makan dengan menu yg sama persis dan sempat terbersit pemikiran mungkin seperti inilah rasanya orang dipenjara..sampai kemudian kembali dengan bahasa demi bertahan hidup, saya mencari peruntungan lain... Dengan pertimbangan bahwa saya harus mendapatkan uang secepatnya, lowongan dengan alternatif ‘walk in interview’ menjadi pilihan utama, dan berbekal keyakinan akan pengalaman berucap salam setiap hari di sebuah bank swasta nasional, untuk posisi operator premium call adalah lebih banyak peluang yang pasti saya dapatkan...dengan berblazer rapi, meski kedodoran karena pinjam ke teman kost, saya melangkahkan kaki menuju gedung mentereng di kawasan gatot subroto..resepsionis mengantarkan saya masuk untuk bertemu dengan interviewer saya, dengan bahasa pembuka “ mami, ini orang yang mau di interview” Masih dengan prasangka baik, saya memulai sesi interview, yang semakin jauh semakin mengejutkan...sang mami berkata.. “mbak, kami ini perusahaan premium call untuk dewasa, mbak tau sendiri kan, yang biasanya teriklan di halaman depan pose perempuan menantang, nanti jika mbak gabung dengan kita, mbak tidak akan menggunakan nama asli mbak, tapi mbak akan menggunakan nama udara,kita sama-sama dewasa, ini jakarta ya mbak.. untuk ukuran sarjana, saya yakin wawasan mbak lebih banyak, jika dalam pembicaraan mbak per telepon dengan klien dapat diarahkan ke pembicaraan selain sex, saya sangat appreciate, tapi most of man call here to talking about sex. Jam kerja kami terbagi menjadi 3 shift, perbulan gaji yang akan diterima sejumlah 400ribu, dan setiap kali berhasil menghandle 1 menit pembicaraan , mbak akan mendapatkan fee 100 rupiah” kaget..tentu saja, dan meskipun kesan awal dengan melihat pekerja diruangan tersebut semuanya berbalut busana super seksi, yang menurut pikiran orang kampung seperti saya, agak sedikit janggal..saya tetap berusaha untuk bersopan ria..dan sang mami kembali berucap “jika mbak bersedia, mbak besok datang trus ketemu dengan yang namanya X, untuk proses training”..gila, semuanya diolah secara profesional..dan satu kata penutup lagi “ jika diluar jam kerja, mbak mau bertemu dengan klien mbak, itu diluar tanggung jawab perusahaan, hanya 3 syarat yang kami cantumkan, mbak tidak boleh mengatakan nama perusahaan, alamat dan no telp kantor ini, itu harus dirahasiakan”..ok, keep smile and always say thank you...pamit undur dengan baik-baik karena majupun dengan baik-baik.. Kabur dari gedung yang mengejutkan tadi, saya mencoba peruntungan berikutnya, sekali lagi atas nama demi bertahan hidup di jakarta, gedung selanjutnya berjarak 1 km masih di jalan yang sama. Uang di saku hanya tinggal 2000 rupiah, tanpa sisa untuk kembali ke kost yang butuh naik bus 2 kali. Maka berjalan kaki adalah pilihan terbaik..ditengah hari, berbaju rapi, dengan tentengan tas besar dan map berisi lamaran kerja, dan tanpa keberanian menyisihkan 500 rupiah dari 2000 tadi, untuk membeli minuman kemasan gelas..sepanjang jalan yang terngiang lagu sarjana muda iwan fals,lengkap sampai dengan kata ‘maafkan aku ibu’.. Satu minggu kemudian, tawaran ditugaskan ke kalimantanpun saya ambil untuk mempertahankan hidup, banjarmasin..i’m coming...dan 2 bulan yang saya belanjakan dibanjarmasin tidak juga membuat saya lupa terhadap magnet jakarta, dengan segala pelik masalah dan tantangannya..akhirnya berbekal alasan yang tercipta bersama teman saya tercinta, saya kembali ke jakarta...kembali mencoba tantangan berikutnya.. Sampai di jakarta,saya mencoba peruntungan mendaftar menjadipolisi laboratorium forensik POLRI, karena masih mencoba untuk mempertahankan idealisme saya, saya tidak mau dibantu “orang dalam”..seorang jendral, maka sayapun tidak berhasil menembus seleksi tersebut, hal tersebut malah sedikit saya syukuri, karena menjadi polisi berarti kurus, rambut pendek dan hitam...sedikit kurang nyaman untuk berpenampilan sangar ala polwan...lepas dari gagal seleksi, saya kembali mencoba sibuk bertahan hidup dengan mencari jodoh..yang sekarang mau tidak mau sudah menjadi rutinitas hidup saya, kenalan ke kanan dan kekiri..dicomblangin, dijodohin teman..herannya kok ada saja yang tidak match...sampai karena info dari salah seorang teman lama, saya mengajukan diri untuk bekerja di sebuah perusahaan well establised di indonesia.. Masuk ke sistem teratur, mengikuti sistem bentuka orang, dengan supervisi maksimum dan ketat membuat saya merasa berada di neraka lapis pertama....tawaran penghasilan yang bagi sebagian orang yang mengadu nasib di sudirman dan sekitarnya adalah cukup besar, tidak juga mengurangi niatan saya untuk segera mengakhiri pekerjaan tersebut, karena motivasi dari orang – orang terdekatlah, saya merasa punya kekuatan untuk melanjutkan perjuangan saya, tentunya dengan step demi step saya akan mencoba mengurangi cengkraman supervisi maksimum yang menurut saya sangat meng’anak kecil’kan... Namun satu tahun setelahnya, saya akhirnya mendapatkan angin segar dengan berkesempatan untuk mengundurkan diri tanpa harus merasa bersalah terhadap pimpinan tertinggi yang sudah banyak menolong saya..saya bebas menentukan apa yang harus saya lakukan hari ini sendiri....ternyata memang bukan jaminan hidup bahagia karena bekerja di perusahaan raksasa yang sudah teratur.. Ternyata mencoba peruntungan untuk bertahan hidup di jakartamemang sangat menyibukkan dan sangat menyita waktu, bahkan saya mendapatkan banyak protes dan komplain dari sahabat – sahabat saya karena saya tidak pernah membalas sms mereka...mereka menduga saya dengan sengaja melupakan dan meninggalkan mereka..padahal..apalagi uang digunakan untuk berbalas sms, sekedar untuk makan saja saya kerepotan..saat itu baru saya meyakini kebenaran ucapan sepupu saya pada saat saya di wisuda...dia bukan mengucapkan selamat atas selesainya perjuangan saya dikampus, tapi dia mengucap..welcome to the real jungle...!!sepakat banget.... Dan detik ini, dihadapan notebook pribadi saya, saya punya akses penuh untuk menciptakan sistem melalui kepala saya sendiri, dengan metode yang saya yakini benar, dengan supervisi yang sangat minimum....dan saya merasa patut merayakan kemenangan saya dengan diri saya sendiri...sekarang..ada issue yang ingin saya lempar ke anda semua....mana yang anda pilih..menjadi ekor harimau atau kepala ayam???anda sendiri yang bisa menilai kan..seberapa jauh mental anda...piss
memang penuh dengan kesibukan, bukan sibuk untuk meniti karier tapi kita sibuk untuk bertahan hidup”, tanpa harus berpikir lebih lanjut, pernyataan tersebut memang sangat benar..absolut, setidaknya dalam frame berpikir saya sampai dengan detik ini. Dua tahun bertahan di jakarta, masih tatp menjadikan saya bukan siapa – siapa, setidaknya bukan orang yang diperhitungkan oleh banyak orang, itu baru saya, baru 2 tahun..dan saya teramat yakin ada banyak individu2 yang lebih lama dari saya, lebih dahulu mencoba peruntungan di jakarta
, berbelas, atau bahkan berpuluh tahun yang lalu, masih juga belum menjadi siapa – siapa... Banyak hal yang menjadikan pernyataan tersebut benar, berbekal ijazah dan transkrip nilai dari sebuah perguruan tinggi, nekad mencari peruntungan di ibukota ini, tanpa bekal pengalaman bekerja yang bisa diperhitungkan, mungkin saya bukan termasuk orang yang beruntung...mendapatkan pekerjaan di satu kawasan elit ibukota, digedung mewah dan lingkungan kerja yang sangat modern, pekerjaan yang saya dapatkan, hanya sebatas rutinitas tanpa koma, membuka hari dengan telepon dan salam, bertumpuk aplikasi yang harus di konfirmasi...sampai dengan ucap selamat malam, saya hadapi karena keinginan bertahan hidup tadi...yah..hitung2 pengalaman kerjalah...namun setelah terlewat waktu sekian bulan sampai dengan kata yang terucap terhapal “ selamat pagi pak/bu, saya dari Bank ...., mohon bantuan bla..bla..bla...sangat hapal, sampai sering terbawa mengigau dalam tidur..kemudian karena tawaran untuk penghasilan yang sedikit lebih besar dan atas nama mempertahankan hidup saya mencoba peruntungan dengan pindah pekerjaan...pekerjaan berikutnya dengan sekian tantangan yang menunggu, lingkungan kerja kondusif, temen2 bersahabat, tapi di satu sisi, uang tidak ada, perusahaan bangkrut..!!mencoba bertahan 7 bulan dalam kondisi ketidakpastian tersebut dengan uang yg semakin menipis, alternative memasak pastilah menjadi pilihan utama, memasak nasi putih dan setelah nasi masak, tinggal berbekal garam, bawang merah dan bawang putih plus sedikit penyedap rasa dan saos dan sedikit minyak goreng, jadilah nasi goreng yg ...kalian tahu, rasanya sangaaaattt nikmat jika disantap dalam kondisi sangat lapar, meski tanpa lauk sedikitpun…7 bulan, setiap hari makan dengan menu yg sama persis dan sempat terbersit pemikiran mungkin seperti inilah rasanya orang dipenjara..sampai kemudian kembali dengan bahasa demi bertahan hidup, saya mencari peruntungan lain... Dengan pertimbangan bahwa saya harus mendapatkan uang secepatnya, lowongan dengan alternatif ‘walk in interview’ menjadi pilihan utama, dan berbekal keyakinan akan pengalaman berucap salam setiap hari di sebuah bank swasta nasional, untuk posisi operator premium call adalah lebih banyak peluang yang pasti saya dapatkan...dengan berblazer rapi, meski kedodoran karena pinjam ke teman kost, saya melangkahkan kaki menuju gedung mentereng di kawasan gatot subroto..resepsionis mengantarkan saya masuk untuk bertemu dengan interviewer saya, dengan bahasa pembuka “ mami, ini orang yang mau di interview” Masih dengan prasangka baik, saya memulai sesi interview, yang semakin jauh semakin mengejutkan...sang mami berkata.. “mbak, kami ini perusahaan premium call untuk dewasa, mbak tau sendiri kan, yang biasanya teriklan di halaman depan pose perempuan menantang, nanti jika mbak gabung dengan kita, mbak tidak akan menggunakan nama asli mbak, tapi mbak akan menggunakan nama udara,kita sama-sama dewasa, ini jakarta ya mbak.. untuk ukuran sarjana, saya yakin wawasan mbak lebih banyak, jika dalam pembicaraan mbak per telepon dengan klien dapat diarahkan ke pembicaraan selain sex, saya sangat appreciate, tapi most of man call here to talking about sex. Jam kerja kami terbagi menjadi 3 shift, perbulan gaji yang akan diterima sejumlah 400ribu, dan setiap kali berhasil menghandle 1 menit pembicaraan , mbak akan mendapatkan fee 100 rupiah” kaget..tentu saja, dan meskipun kesan awal dengan melihat pekerja diruangan tersebut semuanya berbalut busana super seksi, yang menurut pikiran orang kampung seperti saya, agak sedikit janggal..saya tetap berusaha untuk bersopan ria..dan sang mami kembali berucap “jika mbak bersedia, mbak besok datang trus ketemu dengan yang namanya X, untuk proses training”..gila, semuanya diolah secara profesional..dan satu kata penutup lagi “ jika diluar jam kerja, mbak mau bertemu dengan klien mbak, itu diluar tanggung jawab perusahaan, hanya 3 syarat yang kami cantumkan, mbak tidak boleh mengatakan nama perusahaan, alamat dan no telp kantor ini, itu harus dirahasiakan”..ok, keep smile and always say thank you...pamit undur dengan baik-baik karena majupun dengan baik-baik.. Kabur dari gedung yang mengejutkan tadi, saya mencoba peruntungan berikutnya, sekali lagi atas nama demi bertahan hidup di jakarta, gedung selanjutnya berjarak 1 km masih di jalan yang sama. Uang di saku hanya tinggal 2000 rupiah, tanpa sisa untuk kembali ke kost yang butuh naik bus 2 kali. Maka berjalan kaki adalah pilihan terbaik..ditengah hari, berbaju rapi, dengan tentengan tas besar dan map berisi lamaran kerja, dan tanpa keberanian menyisihkan 500 rupiah dari 2000 tadi, untuk membeli minuman kemasan gelas..sepanjang jalan yang terngiang lagu sarjana muda iwan fals,lengkap sampai dengan kata ‘maafkan aku ibu’.. Satu minggu kemudian, tawaran ditugaskan ke kalimantanpun saya ambil untuk mempertahankan hidup, banjarmasin..i’m coming...dan 2 bulan yang saya belanjakan dibanjarmasin tidak juga membuat saya lupa terhadap magnet jakarta, dengan segala pelik masalah dan tantangannya..akhirnya berbekal alasan yang tercipta bersama teman saya tercinta, saya kembali ke jakarta...kembali mencoba tantangan berikutnya.. Sampai di jakarta,saya mencoba peruntungan mendaftar menjadipolisi laboratorium forensik POLRI, karena masih mencoba untuk mempertahankan idealisme saya, saya tidak mau dibantu “orang dalam”..seorang jendral, maka sayapun tidak berhasil menembus seleksi tersebut, hal tersebut malah sedikit saya syukuri, karena menjadi polisi berarti kurus, rambut pendek dan hitam...sedikit kurang nyaman untuk berpenampilan sangar ala polwan...lepas dari gagal seleksi, saya kembali mencoba sibuk bertahan hidup dengan mencari jodoh..yang sekarang mau tidak mau sudah menjadi rutinitas hidup saya, kenalan ke kanan dan kekiri..dicomblangin, dijodohin teman..herannya kok ada saja yang tidak match...sampai karena info dari salah seorang teman lama, saya mengajukan diri untuk bekerja di sebuah perusahaan well establised di indonesia.. Masuk ke sistem teratur, mengikuti sistem bentuka orang, dengan supervisi maksimum dan ketat membuat saya merasa berada di neraka lapis pertama....tawaran penghasilan yang bagi sebagian orang yang mengadu nasib di sudirman dan sekitarnya adalah cukup besar, tidak juga mengurangi niatan saya untuk segera mengakhiri pekerjaan tersebut, karena motivasi dari orang – orang terdekatlah, saya merasa punya kekuatan untuk melanjutkan perjuangan saya, tentunya dengan step demi step saya akan mencoba mengurangi cengkraman supervisi maksimum yang menurut saya sangat meng’anak kecil’kan... Namun satu tahun setelahnya, saya akhirnya mendapatkan angin segar dengan berkesempatan untuk mengundurkan diri tanpa harus merasa bersalah terhadap pimpinan tertinggi yang sudah banyak menolong saya..saya bebas menentukan apa yang harus saya lakukan hari ini sendiri....ternyata memang bukan jaminan hidup bahagia karena bekerja di perusahaan raksasa yang sudah teratur.. Ternyata mencoba peruntungan untuk bertahan hidup di jakartamemang sangat menyibukkan dan sangat menyita waktu, bahkan saya mendapatkan banyak protes dan komplain dari sahabat – sahabat saya karena saya tidak pernah membalas sms mereka...mereka menduga saya dengan sengaja melupakan dan meninggalkan mereka..padahal..apalagi uang digunakan untuk berbalas sms, sekedar untuk makan saja saya kerepotan..saat itu baru saya meyakini kebenaran ucapan sepupu saya pada saat saya di wisuda...dia bukan mengucapkan selamat atas selesainya perjuangan saya dikampus, tapi dia mengucap..welcome to the real jungle...!!sepakat banget.... Dan detik ini, dihadapan notebook pribadi saya, saya punya akses penuh untuk menciptakan sistem melalui kepala saya sendiri, dengan metode yang saya yakini benar, dengan supervisi yang sangat minimum....dan saya merasa patut merayakan kemenangan saya dengan diri saya sendiri...sekarang..ada issue yang ingin saya lempar ke anda semua....mana yang anda pilih..menjadi ekor harimau atau kepala ayam???anda sendiri yang bisa menilai kan..seberapa jauh mental anda...piss
Question?
renungan ini timbul dari hasil perbincangan dan diskusi dengan beberapa temen kantor laki - laki.....tentang keinginan mereka punya cewek berjilbab...
mungkin bisa dikatakan satu bentuk protes, tapi kayaknya lebih baik dibahasakan sebagai satu bentuk pertanyaan mendasar dari seorang perempuan bernama nelly...
selama ini, dari sekiar 5 tahun bergaul dengan komunitas laki - laki di ITS dan kurang lebih 1 tahun bergaul dengan komunitas pekerja laki - laki, sekitar lebih dari 50% cowok (muslim) ketika diminta komentar tentang kriteria pasangan ideal(saya masih menyebut ini dengan pacar, bukan istri), menjawab salah satu kriterianya adalah berjilbab....
jadi sebuah tanda tanya besar.......mungkin karena salah satunya saya tidak masuk dalam kriteria ideal mereka (hehehe),jadi dari sebuah awalan tidak terima jadi bercabang kepada pertanyaan - pertanyaan terhadap berbagai alasan yang mereka (kaum laki - laki) ungkapkan......
para kaum adam yang sangat saya hormati, apakah sisi moral seorang manusia itu hanya bisa dilihat dari apa yang mereka pakai?? apakah parameter perempuan baik - baik hanya dapat menempel di jilbab tersebut?? apakah simbol keperempuanan yang lembut, istimewa, makmum sejati yang kalian inginkan secara lengkap itu ingin kalian dapatkan dengan cuma - cuma?? kenapa anda - anda yang terhormat selalu menginginkan satu paket lengkap ketika memilih pasangan hidup?? satu paket dimana anda (katanya)hanya tinggal menerima jadi, tinggal menikmati, tinggal pakai.....hai...tuan..tuan...kami bukan makanan, kami bukan pakaian....dan kami bukan barang...kami manusia!!!
jika memang kebanyakan dari anda mempunyai alasan yang sama dengan apa yang telah diungkapkan temen - teman saya itu....kasian sekali kaum perempuan...dia diinginkan hanya untuk jadi pelengkap...satu titik untuk menutup kekurangan kecil dari seorang laki - laki...satu katup yang mungkin tanpa kehadirannya pun tidak akan timbul satu problem yang berarti.....bukan perempuan yang diharapkan jadi penyeimbang dan partner hidup!!perempuan yang karena peran besar pasangan mereka, karena peran besar laki - laki yang dia cintai dapat berubah menjadi perempuan yang tegar, istimewa, muslimah sejati....jadi bukan hanya perempuan - perempuan yang sudah berjilbab saja yang nantinya akan merasa lebih punya bayak kesempatan membuktikan dirinya baik, tapi juga dengan peranan anda - andalah..kaum adam yang terhormat, perempuan - perempuan jalanan, pelacur - pelacur pinggiran juga dapat merasakan indahnya kesempatan untuk menjadi lebih baik, untuk menjadi lebih dihargai, kesempatan untuk tahu bahwa karena peranan besar & bimbingan dari laki - laki yang mereka cintailah mereka dapat berjilbab, mereka dapat menjadi lebih baik.......
sehingga pernyataan bahwa anda adalah kaum yang maunya terima paket jadi tadi bakal berubah menjadi calon - calon atau suami - suami yang berhati..imam sejati....OK!!sampai suatu saat istri - istri anda yang santun, berjilbab, istimewa dapat dengan bangga mengatakan kepada setiap orang yang mereka temui.." Saya yang seperti ini adalah karena peranan besar suami saya".............................
anda yang akan menjadikan arang hitam itu menjadi batu intan yang bersinar dan lebih berharga..meskipun arang tsb anda dapatkan dari kubangan lumpur hitam..........
mungkin bisa dikatakan satu bentuk protes, tapi kayaknya lebih baik dibahasakan sebagai satu bentuk pertanyaan mendasar dari seorang perempuan bernama nelly...
selama ini, dari sekiar 5 tahun bergaul dengan komunitas laki - laki di ITS dan kurang lebih 1 tahun bergaul dengan komunitas pekerja laki - laki, sekitar lebih dari 50% cowok (muslim) ketika diminta komentar tentang kriteria pasangan ideal(saya masih menyebut ini dengan pacar, bukan istri), menjawab salah satu kriterianya adalah berjilbab....
jadi sebuah tanda tanya besar.......mungkin karena salah satunya saya tidak masuk dalam kriteria ideal mereka (hehehe),jadi dari sebuah awalan tidak terima jadi bercabang kepada pertanyaan - pertanyaan terhadap berbagai alasan yang mereka (kaum laki - laki) ungkapkan......
para kaum adam yang sangat saya hormati, apakah sisi moral seorang manusia itu hanya bisa dilihat dari apa yang mereka pakai?? apakah parameter perempuan baik - baik hanya dapat menempel di jilbab tersebut?? apakah simbol keperempuanan yang lembut, istimewa, makmum sejati yang kalian inginkan secara lengkap itu ingin kalian dapatkan dengan cuma - cuma?? kenapa anda - anda yang terhormat selalu menginginkan satu paket lengkap ketika memilih pasangan hidup?? satu paket dimana anda (katanya)hanya tinggal menerima jadi, tinggal menikmati, tinggal pakai.....hai...tuan..tuan...kami bukan makanan, kami bukan pakaian....dan kami bukan barang...kami manusia!!!
jika memang kebanyakan dari anda mempunyai alasan yang sama dengan apa yang telah diungkapkan temen - teman saya itu....kasian sekali kaum perempuan...dia diinginkan hanya untuk jadi pelengkap...satu titik untuk menutup kekurangan kecil dari seorang laki - laki...satu katup yang mungkin tanpa kehadirannya pun tidak akan timbul satu problem yang berarti.....bukan perempuan yang diharapkan jadi penyeimbang dan partner hidup!!perempuan yang karena peran besar pasangan mereka, karena peran besar laki - laki yang dia cintai dapat berubah menjadi perempuan yang tegar, istimewa, muslimah sejati....jadi bukan hanya perempuan - perempuan yang sudah berjilbab saja yang nantinya akan merasa lebih punya bayak kesempatan membuktikan dirinya baik, tapi juga dengan peranan anda - andalah..kaum adam yang terhormat, perempuan - perempuan jalanan, pelacur - pelacur pinggiran juga dapat merasakan indahnya kesempatan untuk menjadi lebih baik, untuk menjadi lebih dihargai, kesempatan untuk tahu bahwa karena peranan besar & bimbingan dari laki - laki yang mereka cintailah mereka dapat berjilbab, mereka dapat menjadi lebih baik.......
sehingga pernyataan bahwa anda adalah kaum yang maunya terima paket jadi tadi bakal berubah menjadi calon - calon atau suami - suami yang berhati..imam sejati....OK!!sampai suatu saat istri - istri anda yang santun, berjilbab, istimewa dapat dengan bangga mengatakan kepada setiap orang yang mereka temui.." Saya yang seperti ini adalah karena peranan besar suami saya".............................
anda yang akan menjadikan arang hitam itu menjadi batu intan yang bersinar dan lebih berharga..meskipun arang tsb anda dapatkan dari kubangan lumpur hitam..........
Something to dream
Semua orang punya impian. Impian indah tentunya .. karena membangun harapan, keinginan, cita-cita dalam hati adalah kemampuan dasar manusia sebagai makhluk Tuhan yang berakal dan dilengkapi dengan hawa nafsu.
Jika hewan hanya dibekali dengan insting dan nafsu, manusia dilengkapi dengan akal untuk mengarahkan 2 elemen sebelumnya. Impian adalah motivasi. Bermimpi bagi manusia adalah satu hal lumrah dan mudah, meskipun tidak semua manusia dapat menjadikan mimpinya sebagai motivasi untuk terus berjuang mencoba mewujudkan mimpi dan asanya sebagai kenyataan.
Namun mempertahankan mimpi ternyata bukan hal yang mudah...... setidaknya bagi saya…
Mempertahankan motivasi untuk mencapai impian sangat sulit, apalagi jika impian tersebut tanpa adanya satu dari sekian titik yang dapat dijadikan tahapan dan pijakan misi-misi dalam mencapai suatu visi, ya si Impian tadi……….
Belum lagi friksi-friksi yang terjadi karena idealisme mimpi kita yang kadang tidak bisa diterima oleh orang lain. Entah dengan alasan tidak realistis, keras kepala, ataupun yang sekedar numpang dengar dan hanya mencibirkan bibir ketika kita mendeskripsikannya.
Tidak realistis?? Untuk impian saya, saya kira cukup realistis…………….Mencoba bertahan untuk suatu harapan besar dimana saya menyusun perjuangan dan semangat saya yang sempat terpuruk keping demi keping adalah karena saya tahu bahwa saya cukup realistis. Kecuali apa yang saya lakukan adalah suatu hal tanpa wujud, tanpa bentuk dan tanpa perjuangan serta kerja nyata………..Mungkin itulah Realistis menurut saya
Keras kepala?? Mungkin ………….tapi didepannya saya kira ditambah kata "sedikit"
Bahkan kadang ketika kepingan-kepingan harapan yang mulai tersusun itu lepas kembali satu demi satu, saya merasa bahwa kadang saya terlalu keras kepala untuk impian itu. Namun, mudah-mudahan tidak sampai ketahap bodoh karena batas keduanya sangatlah tipis……………. Bahkan seseorang pernah mengolok dengan mengatakan tidak ada batas antara keduanya…………..Wah, berarti cukup parah ya kondisi otak dan jiwa saya.
Tapi setidaknya dalam tahap dan proses mempertahankan impian itu saya mendapatkan banyak hal untuk dapat direnungi dan dipelajari.
Belajar tentang kesabaran, konsep tawakal yang hakiki serta sedikit demi sedikit belajar tentang arti konsekuensi dari sebuah kedewasaan dan kemandirian ………….. Yang ternyata tidak mudah.
Selain itu keping demi keping semangat untuk terus berjuang demi impian tadi saya coba untuk terus tersusun………..Karena mempertahankan impian adalah proses pembelajaran hidup saya saat ini. Sulit memang, tapi seperti kata ayah saya "kesulitan itu seninya hidup"…………..Sepakat Dad..!!
Jika hewan hanya dibekali dengan insting dan nafsu, manusia dilengkapi dengan akal untuk mengarahkan 2 elemen sebelumnya. Impian adalah motivasi. Bermimpi bagi manusia adalah satu hal lumrah dan mudah, meskipun tidak semua manusia dapat menjadikan mimpinya sebagai motivasi untuk terus berjuang mencoba mewujudkan mimpi dan asanya sebagai kenyataan.
Namun mempertahankan mimpi ternyata bukan hal yang mudah...... setidaknya bagi saya…
Mempertahankan motivasi untuk mencapai impian sangat sulit, apalagi jika impian tersebut tanpa adanya satu dari sekian titik yang dapat dijadikan tahapan dan pijakan misi-misi dalam mencapai suatu visi, ya si Impian tadi……….
Belum lagi friksi-friksi yang terjadi karena idealisme mimpi kita yang kadang tidak bisa diterima oleh orang lain. Entah dengan alasan tidak realistis, keras kepala, ataupun yang sekedar numpang dengar dan hanya mencibirkan bibir ketika kita mendeskripsikannya.
Tidak realistis?? Untuk impian saya, saya kira cukup realistis…………….Mencoba bertahan untuk suatu harapan besar dimana saya menyusun perjuangan dan semangat saya yang sempat terpuruk keping demi keping adalah karena saya tahu bahwa saya cukup realistis. Kecuali apa yang saya lakukan adalah suatu hal tanpa wujud, tanpa bentuk dan tanpa perjuangan serta kerja nyata………..Mungkin itulah Realistis menurut saya
Keras kepala?? Mungkin ………….tapi didepannya saya kira ditambah kata "sedikit"
Bahkan kadang ketika kepingan-kepingan harapan yang mulai tersusun itu lepas kembali satu demi satu, saya merasa bahwa kadang saya terlalu keras kepala untuk impian itu. Namun, mudah-mudahan tidak sampai ketahap bodoh karena batas keduanya sangatlah tipis……………. Bahkan seseorang pernah mengolok dengan mengatakan tidak ada batas antara keduanya…………..Wah, berarti cukup parah ya kondisi otak dan jiwa saya.
Tapi setidaknya dalam tahap dan proses mempertahankan impian itu saya mendapatkan banyak hal untuk dapat direnungi dan dipelajari.
Belajar tentang kesabaran, konsep tawakal yang hakiki serta sedikit demi sedikit belajar tentang arti konsekuensi dari sebuah kedewasaan dan kemandirian ………….. Yang ternyata tidak mudah.
Selain itu keping demi keping semangat untuk terus berjuang demi impian tadi saya coba untuk terus tersusun………..Karena mempertahankan impian adalah proses pembelajaran hidup saya saat ini. Sulit memang, tapi seperti kata ayah saya "kesulitan itu seninya hidup"…………..Sepakat Dad..!!
poligami
Adakah yang tidak tahu arti dari poligami? Tentu saja jawabannya ada ya…..tapi mudah2an sampeyan – sampeyan cukup paham akan arti kata – kata yang bagi sebagian perempuan adalah momok yang menakutkan tersebut. Betapa tidak? Membagi cinta, kehidupan, dan kasih sayang suami dengan perempuan lain adalah sesuatu yang cukup jadi momok bagi sebagian besar perempuan. Sebagai awalan, saya tidak mencoba untuk membahas perasaan si perempuan tadi,tapi saya ingin mambahas dari sisi kaum yang mempunyai hak untuk melakukannya, yaitu kaum laki – laki. Maaf, saya kembali menyoroti anda,karena kaum laki – laki dengan segala tingkah laku dan urusannya, ternyata sangat menarik untuk dijadikan objek pengamatan dan tulisan…. Jika saya bertanya kepada anda (kaum adam), Inginkah anda berpoligami? Kira – kira jawaban anda – anda apa ya..?(tanpa faktor2 lainnya? Pasti banyak di antara anda yang menjawab pasti, tentu, ingin, iya, harus, atau justru belum kepikiran dan…..(yang saya yakin lebih sedikit akan timbul jawaban…)tidak!! Lalu jika saya bertanya lagi kepada kaum adam, yang mempunyai jawaban mengiyakan tadi, apa sih yang mendasari anda jika anda ingin melakukan poligami?..kira – kira jawabannya apa ya…..?? “ karena hadist Rosul” Atau …yang lebih enteng lagi “pengen aja, ketimbang ‘jajan’ di luar…yang haram dan pasti dilaknat Allah karena berzina!!” (berdasarkan hasil survey) Kalo` hadist Rosullullah adalah jawaban anda…ya masuk akal lah….sebagai umat Rosul yang punya panutan, tentulah pribadi Rosul adalah pribadi yang sempurna, yang bakal jadi panutan dan contoh..tapi..jawaban inipun ternyata akan menimbulkan pertanyaan – pertanyaan lanjutan lain….setidaknya, Rosul melakukan poligami dengan alas an dan niat yang sangat mulia pastinya, karena beliau ingin menyelamatkan dan memberi perlindungan terhadap janda – janda Sahabat – Sahabatnya yang syahid di medan perang demi membela islam. Karena beliau tidak ingin janda – janda sahabat2nya terlantar dan menderita. Tentu saja beliau menikahi janda – janda tersebut bukan untuk alas an pribadi beliau semata. Beliau mempoligami janda – janda tua, miskin, terlantar, dengan banyak anak yang notabene butuh perlindungan dan bimbingan. Jika apa yang sudah dilakukan Rosul tersebut saya kembalikan kepada anda (kaum adam), bersediakah anda (yang ingin melakukan poligami),memilih dan menikahi istri – istri anda yang kedua, ketiga, atau seterusnya dengan alas an yang sama ?? Istri pertama anda tentulah pilihan terbaik anda pada awalnya,kemudian bersediakah anda menikahi perempuan – perempuan yang tidak lebih cantik, tidak lebih sempurna, dari istri anda yang pertama?? Bersediakah anda menjadikan seorang janda miskin yang usianya lebih tua dari istri anda yang pertama, atau justru lebih tua dari anda sendiri, lebih tidak terurus dengan 5 orang anak yang masih kecil yang perlu diurus masa depannya oleh anda, menjadi istri anda yang kedua dan selajutnya. Kira – kira jawaban anda apa ya…?? Atau ketika anda menginginkan berpoligami untuk menyelamatkan pelacur – pelacur dari lembah hitam, bersediakah anda menikahi pelacur – pelacur itu tanpa melihat sekian elemen dan sekian titik perspektif menarik dari si pelacur tadi…?bersediakah anda menikahi pelacur yang sudah tidak diminati pasar karena tidak ada kemolekan yang bisa dia jual lagi….?? Saya masih sangat bisa membungkukkan hati untuk mengucapkan banyak – banyak terima kasih untuk anda yang bersedia menikahi kaum saya tercinta yang kurang beruntung tersebut dengan tanpa memandang perspektif yang saya sebutkan tadi….terima kasih karena telah mengangkat mereka dari suramnya tulisan nasib…terima kasih karena telah membimbing mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik….terima kasih…dan saya yakin, bahwa perempuan lainpun akan mengucapkan kata yang sama ……terima kasih…. Nah,sekarang untuk golongan kedua, yang mempunyai alas an daripada dan ketimbang ‘jajan’ diluar tadi…..Halloww…bung……..apakah prameter hidup yang anda jalani hanya sebatas urusan dibawah perut……..menyedihkan!! Satu lagi,syarat mutlak untukmelakukan poligami adalah adil…ini merupakan satu hal lain yang perlu dicermati , bahwa adil adalah relative. Adil bagi satu orang belum tentu adil bagi orang lain.adil versi anda belum tentu adil bagi istri anda, anak – anak anda, ataupun istri kedua dan ketiga anda. Sehingga pertimbangan – pertimbangan tadi, karena saya hanya mampu untuk sebatas mewacanakan karena saya tidak ingin perempuan lagi – lagi menjadi pihak yang harus dirugikan secara moral karena dominasi laki –laki. Setidaknya saya punya satu harapan besar bahwa perempuan yang juga makhluk Tuhan, yang punya peranan besar dalam kehidupan manusia adalah kaum yang perlu dihormati dan diperlakukan setara dengan laki – laki, bukan hanya sekedar pelengkap bagi hidup laki – laki , namun merupakan partner hidup bagi kaum laki – laki. ……………..
s
s
Relatif
Ada 4 hal yang saya ingin orang mengingat saya ketika mereka menemuinya.
Keempatnya adalah Mendung, Bintang, Kupu – kupu dan hitam. Terlihat kontradiksi yang jelas dari keempatnya jika dicermati lebih lanjut. Seperti mendung kontradiktif dengan bintang dan kupu – kupu yang tentunya kontradiktif dengan hitam. Sebenarnya ada masing – masing alasan yang menjadikan saya menyukai keempatnya, mungkin lebih karena saya merasa keempatnya merupakan manifestasi kecil dari seorang yang bernama nelly….let see…
Satu kata favorit yang selalu saya ucapkan kepada orang – orang terdekat saya (yang tentunya mengenal saya dengan sewajarnya)
“ Kalo mendung Inget nelly ya…..”
Mendung adalah kondisi redup karena terhalangnya sinar matahari oleh awan tebal yang berisi titik – titik air…..setidaknya secara ilmiah, gambaran tersebut sudah cukup mewakili bukan? Terus terang, yang saya suka hanya mendungnya, bukan satu paket dengan sang hujan (maaf …sang hujan!!) meski sebagian orang menganggap bahwa hujan adalah bentuk berkah dan rezeki yang diturunkan Tuhan di bumi…., karena simple..hujan berarti basah, becek, kotor, dan masuk angin. Yang saya sebutkan tadi adalah sekian konsekuensi yang harus yang tanggung sebagai seoang pejalan kaki yang tidak hobby membawa payung. Tapi, suasana mendung dengan kondisi udara yang lembab dan angin yang kencang, membuat saya merasa berada di satu wilayah abu – abu…namun..wilayah tidak pasti yang bisa dinikmati..wilayah antara terang dan hujan ini sungguh sangat bisa dinikmati dan terlihat sangat indah bagi saya..suasana yang tidak gerah namun juga tidak membuat baju basah kuyup…PAS!!..apalagi plus secangkir cappuccino hangat…hhhmmmmmmm……
Berbicara tentang mendung, adalah berbicara tentang satu situasi yang bukan panas menyengat dan bukan pula dingin menggigil……,mendung adalah satu ruang abu – abu yang relative…tapi indah dan mengesankan…
Selanjutnya …Bintang..
Moment teromantis dalam hidup saya sejauh ini, memang berkaitan dengan bintang ;p Bintang..secara ilmiah lagi..adalah planet yang berjarak jutaan kilo cahaya dari bumi, sinar bintang yang terlihat dari bumi berbentuk (secara universalnya) segilima, merupakan pantulan dari sinar matahari yang mengenainya (mohon maaf, jika gambaran ilmiah dari saya kurang mewakili). Sampai sekarang, manifestasi gambar bintang adalah segitiga sama kaki atau sama sisi yang menyatu dengan sudut dan kemiringan yang sama besar.di masing – masing sisinya…bentuk yang sempurna.. Cahaya bintang sebagian besar merupakan cahaya semu, merupakan hasil pantulan bintang terbesar di galaksi kita, yaitu matahari. Jarak sekian juta kilo cahaya menjadikan sinarnya tidak berimbas sebagai cahaya yang nyata ke bumi, yang ditimbulkannya hanyalah sebuah bentuk keindahan semata yang disajikan oleh alam, satu bentuk kamuflase yang menghiasi langit malam dengan sempurna….tapi jujur, kamuflase yang menghipnotis mata……indah!! Keindahan yang terlihat itu, sangat bertolak belakang dengan bentuk asli dari bintang itu sendiri. Satu planet yang (setahu saya) tidak berpenghuni, mati dan hanya berisi batuan – batuan…..yang tentunya tidak indah….
Bintang yang terlihat di langit malam adalah satu bentuk sempurna dari bangunnya ataupun dari cahaya yang ditimbulkannya..namun sebenarnya punya satu sisi yang sangat jauh dari kesempurnaan dan keindahan….Relatif….tapi indah dan mengesankan.
Berikutnya adalah kupu – kupu
Binatang yang kata orang merupakan salah satu binatang yang cantik di muka bumi ini sudah menarik perhatian dari usia saya 4 tahun, fase dimana tendensi dalam menilai segala sesuatu belum saya kenal. Kupu – kupu, hewan kecil yang secara bentuk terlihat sempurna,…..terlahir dengan sayap dengan berbagai motif dan warna, selalu berada di antara bunga – bunga.. merupakan satu dari sekian keindahan ciptaan Tuhan yang menjadikan dunia sebagai tempat yang terlihat lebih baik…..dari usia 4 tahun, saya suka kupu – kupu, pun…dari usia 4 tahun saya takut pada ulat…yang merupakan bentuk pra-metamorfosa dari hewan cantik ini….. Bicara tentang kupu – kupu berarti bicara tentang cantik, indah, mempesona dan mengagumkan, berarti bicara tentang kesempurnaan. Berbicara tentang kupu – kupu, juga berbicara tentang metamorfosa dari satu bentuk melata ulat yang ….entahlah…..(saya merasa bersalah jika mencoba jujur dalam mendeskripsikannya…), binatang yang hidup sebagai parasit di tanaman, yang seiring berjalannya waktu dan kehendak alam, berubah menjadi kepompong, mengunci tubuh, membalut diri dengan selaput-selaput selama beberapa waktu sampai kemudian tiba suatu masa dia melahirkan dirinya dalam satu bentuk indah kupu-kupu, bermetamorfosa dengan sempurna. Kesempurnaan kupu-kupu adalah relatif namun sekali lagi…..indah dan mengesankan.
Sehingga……….satu alasan utama dari segala hal yang saya ingin orang mengingat saya ketika menemuinya adalah satu cermin besar, tempat saya berkaca bahwa saya hanya seorang manusia yang berusaha untuk melihat dan menerima segala sesuatu yang datang dan pergi dalam kehidupan saya sebagai suatu yang relatif. Suatu yang tidak bisa saya miliki atau saya kuasai secara keseluruhan, karena tidak ada yang absolute kecuali…Tuhan…
Kita tidak bisa mengatakan bahwa mendung adalah buruk dan bintang adalah indah atau kupu-kupu adalah indah dan hitam adalah buruk…karena ternyata meski kita melihat pada awalnya sepertinya buruk, ternyata ada sisi indah didalamnya atau meski awlnya kita lihat indah, ternyata ada sisi darinya yang buruk….Itulah Relatifitas, suatu bentuk ketidaksempurnaan,ketidakpastian nilai karena kesempurnaan dan kepastian hanya nilai Tuhan………
At least……….Whoever……untuk siapapun yang merasa mengenal saya ….
Saya berharap dapat diterima sebagai satu paket yang tidak sempurna dengan segala kelebihan dan kekurangan dan dengan bantuan dari anda-andalah, saya dapat mencoba terus memperbaiki diri meski tidak akan mungkin pernah sampai kepada satu titik sempurna itu, tidak akan pernah karena kesempurnaan hanya ada di Sang Khalik……
Oh iya……satu lagi untuk hitam, tidak ada alasan special saya menyukainya, hanya dengan memakai baju hitam berarti terlihat lebih putih, lebih langsing dan lebih bersih (karena baju hitam tidak mudah terlihat kotornya, jadi himbauan buat temen2 yang merasa berkulit gelap,pakailah baju hitam), hehehehe………………
Keempatnya adalah Mendung, Bintang, Kupu – kupu dan hitam. Terlihat kontradiksi yang jelas dari keempatnya jika dicermati lebih lanjut. Seperti mendung kontradiktif dengan bintang dan kupu – kupu yang tentunya kontradiktif dengan hitam. Sebenarnya ada masing – masing alasan yang menjadikan saya menyukai keempatnya, mungkin lebih karena saya merasa keempatnya merupakan manifestasi kecil dari seorang yang bernama nelly….let see…
Satu kata favorit yang selalu saya ucapkan kepada orang – orang terdekat saya (yang tentunya mengenal saya dengan sewajarnya)
“ Kalo mendung Inget nelly ya…..”
Mendung adalah kondisi redup karena terhalangnya sinar matahari oleh awan tebal yang berisi titik – titik air…..setidaknya secara ilmiah, gambaran tersebut sudah cukup mewakili bukan? Terus terang, yang saya suka hanya mendungnya, bukan satu paket dengan sang hujan (maaf …sang hujan!!) meski sebagian orang menganggap bahwa hujan adalah bentuk berkah dan rezeki yang diturunkan Tuhan di bumi…., karena simple..hujan berarti basah, becek, kotor, dan masuk angin. Yang saya sebutkan tadi adalah sekian konsekuensi yang harus yang tanggung sebagai seoang pejalan kaki yang tidak hobby membawa payung. Tapi, suasana mendung dengan kondisi udara yang lembab dan angin yang kencang, membuat saya merasa berada di satu wilayah abu – abu…namun..wilayah tidak pasti yang bisa dinikmati..wilayah antara terang dan hujan ini sungguh sangat bisa dinikmati dan terlihat sangat indah bagi saya..suasana yang tidak gerah namun juga tidak membuat baju basah kuyup…PAS!!..apalagi plus secangkir cappuccino hangat…hhhmmmmmmm……
Berbicara tentang mendung, adalah berbicara tentang satu situasi yang bukan panas menyengat dan bukan pula dingin menggigil……,mendung adalah satu ruang abu – abu yang relative…tapi indah dan mengesankan…
Selanjutnya …Bintang..
Moment teromantis dalam hidup saya sejauh ini, memang berkaitan dengan bintang ;p Bintang..secara ilmiah lagi..adalah planet yang berjarak jutaan kilo cahaya dari bumi, sinar bintang yang terlihat dari bumi berbentuk (secara universalnya) segilima, merupakan pantulan dari sinar matahari yang mengenainya (mohon maaf, jika gambaran ilmiah dari saya kurang mewakili). Sampai sekarang, manifestasi gambar bintang adalah segitiga sama kaki atau sama sisi yang menyatu dengan sudut dan kemiringan yang sama besar.di masing – masing sisinya…bentuk yang sempurna.. Cahaya bintang sebagian besar merupakan cahaya semu, merupakan hasil pantulan bintang terbesar di galaksi kita, yaitu matahari. Jarak sekian juta kilo cahaya menjadikan sinarnya tidak berimbas sebagai cahaya yang nyata ke bumi, yang ditimbulkannya hanyalah sebuah bentuk keindahan semata yang disajikan oleh alam, satu bentuk kamuflase yang menghiasi langit malam dengan sempurna….tapi jujur, kamuflase yang menghipnotis mata……indah!! Keindahan yang terlihat itu, sangat bertolak belakang dengan bentuk asli dari bintang itu sendiri. Satu planet yang (setahu saya) tidak berpenghuni, mati dan hanya berisi batuan – batuan…..yang tentunya tidak indah….
Bintang yang terlihat di langit malam adalah satu bentuk sempurna dari bangunnya ataupun dari cahaya yang ditimbulkannya..namun sebenarnya punya satu sisi yang sangat jauh dari kesempurnaan dan keindahan….Relatif….tapi indah dan mengesankan.
Berikutnya adalah kupu – kupu
Binatang yang kata orang merupakan salah satu binatang yang cantik di muka bumi ini sudah menarik perhatian dari usia saya 4 tahun, fase dimana tendensi dalam menilai segala sesuatu belum saya kenal. Kupu – kupu, hewan kecil yang secara bentuk terlihat sempurna,…..terlahir dengan sayap dengan berbagai motif dan warna, selalu berada di antara bunga – bunga.. merupakan satu dari sekian keindahan ciptaan Tuhan yang menjadikan dunia sebagai tempat yang terlihat lebih baik…..dari usia 4 tahun, saya suka kupu – kupu, pun…dari usia 4 tahun saya takut pada ulat…yang merupakan bentuk pra-metamorfosa dari hewan cantik ini….. Bicara tentang kupu – kupu berarti bicara tentang cantik, indah, mempesona dan mengagumkan, berarti bicara tentang kesempurnaan. Berbicara tentang kupu – kupu, juga berbicara tentang metamorfosa dari satu bentuk melata ulat yang ….entahlah…..(saya merasa bersalah jika mencoba jujur dalam mendeskripsikannya…), binatang yang hidup sebagai parasit di tanaman, yang seiring berjalannya waktu dan kehendak alam, berubah menjadi kepompong, mengunci tubuh, membalut diri dengan selaput-selaput selama beberapa waktu sampai kemudian tiba suatu masa dia melahirkan dirinya dalam satu bentuk indah kupu-kupu, bermetamorfosa dengan sempurna. Kesempurnaan kupu-kupu adalah relatif namun sekali lagi…..indah dan mengesankan.
Sehingga……….satu alasan utama dari segala hal yang saya ingin orang mengingat saya ketika menemuinya adalah satu cermin besar, tempat saya berkaca bahwa saya hanya seorang manusia yang berusaha untuk melihat dan menerima segala sesuatu yang datang dan pergi dalam kehidupan saya sebagai suatu yang relatif. Suatu yang tidak bisa saya miliki atau saya kuasai secara keseluruhan, karena tidak ada yang absolute kecuali…Tuhan…
Kita tidak bisa mengatakan bahwa mendung adalah buruk dan bintang adalah indah atau kupu-kupu adalah indah dan hitam adalah buruk…karena ternyata meski kita melihat pada awalnya sepertinya buruk, ternyata ada sisi indah didalamnya atau meski awlnya kita lihat indah, ternyata ada sisi darinya yang buruk….Itulah Relatifitas, suatu bentuk ketidaksempurnaan,ketidakpastian nilai karena kesempurnaan dan kepastian hanya nilai Tuhan………
At least……….Whoever……untuk siapapun yang merasa mengenal saya ….
Saya berharap dapat diterima sebagai satu paket yang tidak sempurna dengan segala kelebihan dan kekurangan dan dengan bantuan dari anda-andalah, saya dapat mencoba terus memperbaiki diri meski tidak akan mungkin pernah sampai kepada satu titik sempurna itu, tidak akan pernah karena kesempurnaan hanya ada di Sang Khalik……
Oh iya……satu lagi untuk hitam, tidak ada alasan special saya menyukainya, hanya dengan memakai baju hitam berarti terlihat lebih putih, lebih langsing dan lebih bersih (karena baju hitam tidak mudah terlihat kotornya, jadi himbauan buat temen2 yang merasa berkulit gelap,pakailah baju hitam), hehehehe………………
Subscribe to:
Comments (Atom)
