Adakah yang tidak tahu arti dari poligami? Tentu saja jawabannya ada ya…..tapi mudah2an sampeyan – sampeyan cukup paham akan arti kata – kata yang bagi sebagian perempuan adalah momok yang menakutkan tersebut. Betapa tidak? Membagi cinta, kehidupan, dan kasih sayang suami dengan perempuan lain adalah sesuatu yang cukup jadi momok bagi sebagian besar perempuan. Sebagai awalan, saya tidak mencoba untuk membahas perasaan si perempuan tadi,tapi saya ingin mambahas dari sisi kaum yang mempunyai hak untuk melakukannya, yaitu kaum laki – laki. Maaf, saya kembali menyoroti anda,karena kaum laki – laki dengan segala tingkah laku dan urusannya, ternyata sangat menarik untuk dijadikan objek pengamatan dan tulisan…. Jika saya bertanya kepada anda (kaum adam), Inginkah anda berpoligami? Kira – kira jawaban anda – anda apa ya..?(tanpa faktor2 lainnya? Pasti banyak di antara anda yang menjawab pasti, tentu, ingin, iya, harus, atau justru belum kepikiran dan…..(yang saya yakin lebih sedikit akan timbul jawaban…)tidak!! Lalu jika saya bertanya lagi kepada kaum adam, yang mempunyai jawaban mengiyakan tadi, apa sih yang mendasari anda jika anda ingin melakukan poligami?..kira – kira jawabannya apa ya…..?? “ karena hadist Rosul” Atau …yang lebih enteng lagi “pengen aja, ketimbang ‘jajan’ di luar…yang haram dan pasti dilaknat Allah karena berzina!!” (berdasarkan hasil survey) Kalo` hadist Rosullullah adalah jawaban anda…ya masuk akal lah….sebagai umat Rosul yang punya panutan, tentulah pribadi Rosul adalah pribadi yang sempurna, yang bakal jadi panutan dan contoh..tapi..jawaban inipun ternyata akan menimbulkan pertanyaan – pertanyaan lanjutan lain….setidaknya, Rosul melakukan poligami dengan alas an dan niat yang sangat mulia pastinya, karena beliau ingin menyelamatkan dan memberi perlindungan terhadap janda – janda Sahabat – Sahabatnya yang syahid di medan perang demi membela islam. Karena beliau tidak ingin janda – janda sahabat2nya terlantar dan menderita. Tentu saja beliau menikahi janda – janda tersebut bukan untuk alas an pribadi beliau semata. Beliau mempoligami janda – janda tua, miskin, terlantar, dengan banyak anak yang notabene butuh perlindungan dan bimbingan. Jika apa yang sudah dilakukan Rosul tersebut saya kembalikan kepada anda (kaum adam), bersediakah anda (yang ingin melakukan poligami),memilih dan menikahi istri – istri anda yang kedua, ketiga, atau seterusnya dengan alas an yang sama ?? Istri pertama anda tentulah pilihan terbaik anda pada awalnya,kemudian bersediakah anda menikahi perempuan – perempuan yang tidak lebih cantik, tidak lebih sempurna, dari istri anda yang pertama?? Bersediakah anda menjadikan seorang janda miskin yang usianya lebih tua dari istri anda yang pertama, atau justru lebih tua dari anda sendiri, lebih tidak terurus dengan 5 orang anak yang masih kecil yang perlu diurus masa depannya oleh anda, menjadi istri anda yang kedua dan selajutnya. Kira – kira jawaban anda apa ya…?? Atau ketika anda menginginkan berpoligami untuk menyelamatkan pelacur – pelacur dari lembah hitam, bersediakah anda menikahi pelacur – pelacur itu tanpa melihat sekian elemen dan sekian titik perspektif menarik dari si pelacur tadi…?bersediakah anda menikahi pelacur yang sudah tidak diminati pasar karena tidak ada kemolekan yang bisa dia jual lagi….?? Saya masih sangat bisa membungkukkan hati untuk mengucapkan banyak – banyak terima kasih untuk anda yang bersedia menikahi kaum saya tercinta yang kurang beruntung tersebut dengan tanpa memandang perspektif yang saya sebutkan tadi….terima kasih karena telah mengangkat mereka dari suramnya tulisan nasib…terima kasih karena telah membimbing mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik….terima kasih…dan saya yakin, bahwa perempuan lainpun akan mengucapkan kata yang sama ……terima kasih…. Nah,sekarang untuk golongan kedua, yang mempunyai alas an daripada dan ketimbang ‘jajan’ diluar tadi…..Halloww…bung……..apakah prameter hidup yang anda jalani hanya sebatas urusan dibawah perut……..menyedihkan!! Satu lagi,syarat mutlak untukmelakukan poligami adalah adil…ini merupakan satu hal lain yang perlu dicermati , bahwa adil adalah relative. Adil bagi satu orang belum tentu adil bagi orang lain.adil versi anda belum tentu adil bagi istri anda, anak – anak anda, ataupun istri kedua dan ketiga anda. Sehingga pertimbangan – pertimbangan tadi, karena saya hanya mampu untuk sebatas mewacanakan karena saya tidak ingin perempuan lagi – lagi menjadi pihak yang harus dirugikan secara moral karena dominasi laki –laki. Setidaknya saya punya satu harapan besar bahwa perempuan yang juga makhluk Tuhan, yang punya peranan besar dalam kehidupan manusia adalah kaum yang perlu dihormati dan diperlakukan setara dengan laki – laki, bukan hanya sekedar pelengkap bagi hidup laki – laki , namun merupakan partner hidup bagi kaum laki – laki. ……………..
s
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

2 comments:
Heee.. nice article. tapi hidup butuh pilihan..
dan pilihan itu bisa saja benar bisa saja salah, tergantung dari sudut mana kita melihatnya.. jika kita melihatnya dari posisi yang tepat maka semua yang tampak adalah keindahan , tapi jika kita salah posisi dalam melihatnya, maka semua itu kan aknn kebalikanya. No body Perfect.
salam kenal
Prast
Atau ketika anda menginginkan berpoligami untuk menyelamatkan pelacur – pelacur dari lembah hitam, bersediakah anda menikahi pelacur – pelacur itu tanpa melihat sekian elemen dan sekian titik perspektif menarik dari si pelacur tadi…?
mbak nells yang terhormat,
Assalamuálaikum, semoga Anda selalu diberikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT.
Saya sangat setuju untuk menolong kaum hawa dengan cara ini. Kebanyakan kaum hawa yang sudah terjun kelembah hitam merasa rendah diri, merasa tidak yakin ada yang mau menikahi, dsb... perasaan negatif lainnya. sehingga mereka terjebak dalam lingkaran yang sangat mengerikan. Alhamdulillah istri saya telah selamat dari lingkaran setan itu dan saat ini kami sudah dikarunia 3 orang anak, sekarang saya sedang berencana menyelematkan yang kedua, insyaAllah tidak ada halangan. Mohon doanya. Jika banyak kaum pria melakukan ini saya akan sangat bersyukur. tapi ingat... harus dengan fikiran jernih, dan berniat sepenuh hati untuk mendidik istri Anda kelak.
Tanamkan nilai agama yang kuat.
Wassalam,
unknown,=
Post a Comment