November 13, 2007

Something to dream

Semua orang punya impian. Impian indah tentunya .. karena membangun harapan, keinginan, cita-cita dalam hati adalah kemampuan dasar manusia sebagai makhluk Tuhan yang berakal dan dilengkapi dengan hawa nafsu.
Jika hewan hanya dibekali dengan insting dan nafsu, manusia dilengkapi dengan akal untuk mengarahkan 2 elemen sebelumnya. Impian adalah motivasi. Bermimpi bagi manusia adalah satu hal lumrah dan mudah, meskipun tidak semua manusia dapat menjadikan mimpinya sebagai motivasi untuk terus berjuang mencoba mewujudkan mimpi dan asanya sebagai kenyataan.
Namun mempertahankan mimpi ternyata bukan hal yang mudah...... setidaknya bagi saya…
Mempertahankan motivasi untuk mencapai impian sangat sulit, apalagi jika impian tersebut tanpa adanya satu dari sekian titik yang dapat dijadikan tahapan dan pijakan misi-misi dalam mencapai suatu visi, ya si Impian tadi……….
Belum lagi friksi-friksi yang terjadi karena idealisme mimpi kita yang kadang tidak bisa diterima oleh orang lain. Entah dengan alasan tidak realistis, keras kepala, ataupun yang sekedar numpang dengar dan hanya mencibirkan bibir ketika kita mendeskripsikannya.
Tidak realistis?? Untuk impian saya, saya kira cukup realistis…………….Mencoba bertahan untuk suatu harapan besar dimana saya menyusun perjuangan dan semangat saya yang sempat terpuruk keping demi keping adalah karena saya tahu bahwa saya cukup realistis. Kecuali apa yang saya lakukan adalah suatu hal tanpa wujud, tanpa bentuk dan tanpa perjuangan serta kerja nyata………..Mungkin itulah Realistis menurut saya
Keras kepala?? Mungkin ………….tapi didepannya saya kira ditambah kata "sedikit"
Bahkan kadang ketika kepingan-kepingan harapan yang mulai tersusun itu lepas kembali satu demi satu, saya merasa bahwa kadang saya terlalu keras kepala untuk impian itu. Namun, mudah-mudahan tidak sampai ketahap bodoh karena batas keduanya sangatlah tipis……………. Bahkan seseorang pernah mengolok dengan mengatakan tidak ada batas antara keduanya…………..Wah, berarti cukup parah ya kondisi otak dan jiwa saya.
Tapi setidaknya dalam tahap dan proses mempertahankan impian itu saya mendapatkan banyak hal untuk dapat direnungi dan dipelajari.
Belajar tentang kesabaran, konsep tawakal yang hakiki serta sedikit demi sedikit belajar tentang arti konsekuensi dari sebuah kedewasaan dan kemandirian ………….. Yang ternyata tidak mudah.
Selain itu keping demi keping semangat untuk terus berjuang demi impian tadi saya coba untuk terus tersusun………..Karena mempertahankan impian adalah proses pembelajaran hidup saya saat ini. Sulit memang, tapi seperti kata ayah saya "kesulitan itu seninya hidup"…………..Sepakat Dad..!!

No comments: